Intip Rumah Tangan Terampil Pembuat Pinisi

Winda Destiana, Jurnalis · Kamis 01 Mei 2014 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 30 408 978341 IZZebpJoBY.jpg Bulukumba (Foto: tripadvisor)

KABUPATEN Bulukumba terletak di ujung paling selatan Semenanjung Sulawesi Selatan, atau sekitar 153 km dari selatan kota Makassar. Bulukumba dianugrahi alam yang indah dan menyimpan keajaiban menawan tersembunyi di pantai dan bawah lautnya. Bahkan berinteraksi dengan wajah-wajah baru masyarakat setempat yang berbudaya maritim adalah hal yang akan sangat berkesan bagi Anda nantinya.

Kabupaten Bulukumba dikenal juga sebagai Butta Panrita Lopi atau “Bumi Pembuat Pinisi" seperti yang dilansir dari Indonesiatravel. Masyarakat Bulukumba memang sejak dahulu memiliki keahlian sebagai pembuat ulung kapal layar pinisi yang merupakan kebanggaan orang Bugis. Hingga saat ini keterampilan mereka bahkan didengar dan dihargai oleh berbagai pihak dari mancanegara.

Menurut naskah kuno “I La Galigo”, kapal layar pinisi sudah menjadi tradisi sejak abad ke-14. Kapal layart radisional tersebut sebagian besar dibuat didaerah yang disebut Tanah Beru, terletak sekitar 23 km dari ibukota Bulukumba, atau 176 kilometer dari Makassar.

Di sepanjang bibir pantai Tanah Beru, Anda akan melihat puluhan dermaga tempat di mana kapal layar pinisi dibuat oleh tangan-tangan handal bermodalkan ilmu kearifan lokal yang diwariskan. Tangan trampil orang Bugis dengan jiwa seni yang luar biasa membangun kapal layar pinisi sehingga menjadi ikon pelaut Indonesia.

Kapal layar Pinisi dikonstruksi menggunakan peralatan tradisional dengan teknik tradisional yang sudah di wariskan dari generasi ke generasi. Pembagunan kapal layar ini tidak hanya menggunakan kekuatan dan teknik semata. Penduduk setempat percaya, kekuatan supranatural juga berada dibalik pembangunan kapal megah tersebut. Di setiap tahap pembuatan pinisi memerlukan ritual dan upacara yang harus dipatuhi.

Melihat kapal layar pinisi yang megah sedang dibangun, berinteraksi dengan masyarakat tradisional, menikmati pantai berpasir putih, atau menjelajahi keindahan bawah lautnya adalah pengalaman luar bisa dapat Anda peroleh selama di Bulukumba,Sulawesi Selatan.

Kata"bulukumba" sendiri diyakini berasal dari frasa Bugis yaitu "bulu'ku mupa", yang diterjemahkan,“masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya". Nama tersebut muncul abad ke-17, ketika perang antara kerajaan Gowa dan Bone pecah. Saat itu Gunung Lompobattang yang dikenal sebagai "Bengkeng Buki" diklaim oleh Kerajaan Gowa. Kerajaan Bone membantah klaim tersebut dan mempertahankan daerah itu. Dari pertempuran keduanya tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis "bulu'ku mupa!" atau "masih gunung saya". Secara bertahap pengucapannya mengalami perubahan menjadi "Bulukumba".

Bulukumba menjadi rumah dari kelompok etnis yang disebut Kajang. Selama berabad-abad mereka tinggal di daerah pedalaman yang disebut Tana. Sampai hari ini, etnis Kajang masih mempraktekan tradisi kuno dan cara hidup yang mengajarkan manusia untuk mempertahankan keharmonisan dengan alam. Mereka hidup dalam kesederhanaan, tidak ada rumah-rumah yang memiliki perabotan, listrik, dan peralatan modern lainnya. Bagi etnis Kajang, modernitas dilihat sebagai nilai yang menyimpang dari aturan-aturan adat dan ajaran leluhur mereka. Sehari-harinya mereka mengenakan pakaian hitam.

Sebagai kabupaten yang kaya kemegahan alam dan budaya lokasinya yang dekat dengan Makassar membuatnya menjadi tujuan alternatif yang ideal. Bulukumba menawarkan banyak atraksi wisata. Setelah mengunjungi dermaga pinisi di Tana Beru, pantai berpasir putih dan berair yang tenang akan menarik minat Anda untuk berenang, bermain-mainatau hanya membaringkan tubuh di bawah matahari tropis.

Lebih jauh ke arah selatan, di ujung paling selatan, sekitar 200km dari Makassar, ada Pantai Tanjung Bira yang berpasir putih, berair jernih, serta angin yang memanjakan tubuh menunggu Anda. Matahari terbit dan terbenam membentang begitu mengagumkan di cakrawala. Di sini terdapat Amatoa Resort yang menyajikan pemandangan pasir putih spektakuler, menjadikan tempat ini layak untuk berjemur, snorkeling atau menyelam.

Tidak terlalu jauh dari sana, Kepulauan Liukang dan Kambing menyambut langkah pengujung di alamnya yang masih alami.Terdapat beberapa perahu di sepanjang pantai yang berkenan untuk membawa Anda berkeliling ke pulau-pulau sekitarnya.

Perairan Tanjung Bira dan sekitar Pulau Selayar juga ideal untuk kegiatan menyelam. Di sekitar Bira terdapat terumbu karang tetapi pemandangan batu karang yang paling indah adalah dinding karang terjal di Pulau Kambing di mana lempengan batu tajam berada di antara perairan Bira dan Selayar. Di sini terumbu karang dan ribuan ikan berenang kesana kemari yang menjadi daya tarik yang sulit untuk dilewatkan.

Lebih jauh dari Bulukumba ke Kepulauan Kambing dan Liukang menawarkan keajaiban bawah laut dan biotanya. Di sepanjang jalan ke dekat Pulau Selayar, ada surga bawah laut Bulukumba dengan air yang masih jernih untuk kegiatan menyelam. Bahkan keindahan tempat ini layak disandingkan dengan kegembiraan menyelam di Raja ampat, Bunaken dan Wakatobi.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini