Pelompat Batu Jadi Pelindung Kampung di Nias

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 03 November 2014 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 02 406 1060121 pelompat-batu-jadi-pelindung-kampung-di-nias-boA2SPccN5.jpg Pelompat batu jadi pelindung kampung di Nias (Foto: Utami/Okezone)

PELOMPAT batu di Nias semuanya laki-laki. Selain menunjukkan kedewasaan dan kematangan secara fisik, mereka juga dianggap sebagai pelindung kampung.

Atraksi Lompat Batu Nias di Gelar Budaya Rakyat menjadi salah satu kesenian budaya yang memukau pengunjung Monumen Nasional (Monas). Hampir semua pelompat Batu Nias merupakan laki-laki.

Orang-orang Nias biasa menyebut tradisi Lompat Batu dengan sebutan fahombo batu. Tradisi ini hanya boleh diikuti oleh laki-laki dan sama sekali tidak memperbolehkan perempuan untuk ikut serta.

"Memang semua pelompat batu itu laki-laki. Hal ini karena memang pelompat batu itu dianggap sebagai pelindung," jelas pelompat batu, Septianus Bulolo kepada Okezone dalam acara Gelar Budaya Rakyat di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 2 November 2014.

Lompat batu memang merupakan ajang ketangkasan. Nantinya bila berhasil melompat dengan sempurna, pelompat batu akan didaulat sebagai pembela kampungnya atau disebut samu’i mbanua ketika terjadi perselisihan dengan kampung lain.

"Tetapi, pelompat batu tidak bergantung dari usia berapa, karena sesuai kemampuan saja. Ada yang sudah usia 30 tahun belum bisa, tetapi ada juga usia 12 tahun sudah mampu melompati batu," tuturnya.

Untuk diketahui, bahwa tradisi lompat batu mulanya dilakukan pemuda Nias untuk menunjukkan kedewasaan dan matang secara fisik. Tradisi lompat batu sendiri tidak terdapat di semua wilayah Nias, tetapi di kampung-kampung tertentu, misalnya wilayah Teluk Dalam.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini