Wayang Ajen Sumber Inspirasi yang Dinamis

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 03 November 2014 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 03 406 1060405 wayang-ajen-sumber-inspirasi-yang-dinamis-ukojrCSWXk.jpg Wayang Ajen sumber inspirasi yang dinamis (Foto: Helmi/Okezone)
WAYANG Ajen merupakan salah satu kesenian Indonesia yang terus mengikuti perkembangan zaman. Pasalnya, tradisi di masyarakat berkembang sangat dinamis.
 
Hal inipun seperti diutarakan oleh Ki Dalang Wawan Ajen, yang turut pentas dalam malam Gelar Budaya Rakyat 2014 di Monas, 1 November lalu. Menurutnya, setiap pementasan, Wayang Ajen selalu menyesuaikan dengan situasi setempat yang sanggup menembus ruang dan waktu.
 
“Wayang Ajen tentunya sebuah proses perjalanan dan pengalaman berkesenian. Tradisi adalah menjadi sumber inpirasi, karena tradisi yang hidup dimasyarakat adalah dinamis,” ujarnya kepada Okezone melalui blackberry messenger, Minggu 2 November 2014.
 
Bagi Ki Dalang Wawan Ajen, seni pendalangan Sunda, seharusnya berpikir liar saja. Hal ini dalam artian bahwa selama ini sangat konvensional dan menjadi kaku atas jargon tradisi, yaitu pakem dan tetekon yang menjadi kekhususan dalam seni pedalangan.
 
“Saya berpikir sederhana saja mengapa anak muda kurang menyukai pada pertunjukan wayang? Dan mereka lebih gandrung pada seni modern yang notabene datangnya dari budaya barat. Hal ini sebagai dasar awal pemikiran untuk saya melakukan perubahan dan berbuat sesuatu yang berbeda,” tuturnya.
 
Karena itu, pementasan Wayang Ajen juga menggunakan bahasa sehari-hari dan akrab di telinga penonton. Dengan demikian, penonton bisa memiliki keterlibatan secara emosional.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini