Ketika PNS Menjadi Dalang Wayang

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Minggu 16 November 2014 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 16 406 1066171 ketika-pns-menjadi-dalang-wayang-wh7Kfv3isX.jpg Ketika PNS menjadi dalang wayang (Foto: Helmi Ade Saputra/Okezone)

MENJADI seorang dalang wayang tak menghambat karir di bidang lain, seperti Ki Dalang Wawan. Dalang Wayang Ajen ini juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), lalu apa alasannya menjadi dalang?

Ki Dalang Wawan sendiri baru-baru ini mementaskan kesenian Wayang Ajen di perhelatan internasional, yakni "The International Festival of Alexandria for Puppets" pada 19-25 Oktober 2014 di Kairo, Mesir. Beberapa negara juga turut berpartisipasi di perhelatan yang sama. Di antaranya "Teatro de Munecos" Kolombia, "Finger and Thumb Show" Inggris, Irak, Yordania, Lebanon, Mesir, Saudi Arabia, "Bajkamela Theater" Serbia, Sudan, dan "Teatro Los Claveles" Spanyol.

Ki Dalang Wawan mengaku keinginan menjadi dalang atas dasar kecintaan pada seni wayang golek sebagai bagian dari kebudayaan bangsa. Baginya, kesenian wayang tidak hanya menghibur tetapi juga mencerdaskan penonton.

"Saya ingin menjadi dalang karena ketertarikan pada kehebatan seni wayang itu sebagai kesenian yang santun, dan bisa mencerdaskan, sekaligus bisa menghibur," ujarnya kepada Okezone melalui Blackberry Messenger, baru-baru ini.

Ki Dalang Wawan yang juga berprofesi sebagai PNS di Kementerian Pariwisata ini mengaku bila kesenian wayang memiliki banyak daya tarik. Menurut Ki Dalang Wawan, dalam sebuah pementasan wayang, berbagai unsur dapat menjadi satu, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri.

"Dalam seni wayang, terdapat beragam unsur seni yang saling melengkapi, seperti seni rupa, seni suara, seni musik, seni drama, seni tutur, dan sebagainya. Ini yang menjadi daya tarik wayang," tutupnya. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini