Ribuan Penari Saman di Aceh Pecahkan Rekor MURI

Salman Mardira, Jurnalis · Senin 24 November 2014 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 24 406 1070075 ribuan-penari-saman-di-aceh-pecahkan-rekor-muri-2xSTTFNoTv.jpg Ribuan penari Saman di Aceh Pecahkan Rekor MURI (Foto: Humas Pemprov Aceh)

SEBANYAK 5.057 penari serentak menampilkan Tarian Saman secara kolosal di Stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Leus, Aceh. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat atraksi ini sebagai Tari Saman dengan penari terbanyak di dunia.

Rekor dunia Tari Saman dengan penari terbanyak sebelumnya dipegang Kodam Iskandar Muda, Aceh, usai menggelar Tari Saman dengan peserta 3.000 orang di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, 22 Desember 2010.

Rekor tersebut hari ini terlampaui lewat aksi kolosal penari Saman di Gayo Lues, daerah asal Tari Saman yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia. Peserta Tari Saman ini dari berbagai kalangan termasuk pelajar.

Kegiatan digelar Pemkab Gayo Lues bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Selain Tari Saman massal juga diisi dengan pameran benda-benda bersejarah Gayo, serta seminar asal usul dan budaya Gayo. Acara ini digelar sekaligus untuk mempromosikan potensi Tanah Gayo ke dunia lewat Saman.

Lima ribuan penari berbaris rapi membentuk ratusan saf. Sebanyak 15 penari senior mengambil tempat di atas pentas bagian depan. Mereka kemudian menampilkan gerakan Saman secara serentak, diiringi alunan syair-syair dari syeh (pemimpin) berisi nasihat dan puji-pujian kepada Allah. Tarian kolosal ini memukau ratusan penonton termasuk para pejabat yang hadir.

Kegiatan ini dibuka Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Dalam kesempatan itu, ia juga meresmikan Bandara Senubung, Gayo Lues untuk meningkatkan kunjungan ke daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan langkah dan upaya kita untuk meningkatkan pembangunan di Aceh, khususnya pembangunan di Kabupaten Gayo Lues ini,” kata Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf saat membaca teks pidato pembuka Tari Saman massal.

Menurutya, Pemprov Aceh sangat mendukung kegiatan yang digagas Pemkab Gayo Lues ini. Dia ikut menyerahkan duplikat sertifikat Saman dari UNESCO kepada pemerintah setempat.

“Sertifikat ini memang hanya selembar kertas dari UNESCO. Tapi di balik semua itu, ada pesan moral yang harus kita pikul ke depan, yaitu tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan Tari Saman agar tetap menjadi simbol dan identitas bangsa,” katanya.

Diakuinya, Tari Saman sebagai warisan dunia tentu membanggakan Indonesia. “Pengakuan ini merupakan simbol eksistensi seni budaya dan kekayaan alam Indonesia yang menjadi identitas jati diri bangsa,” ujar Muzakir.

Setelah atraksi Tari Saman massal sukses, perwakilan MURI langsung menyerahkan sertifikatnya kepada Bupati Gayo Lues. MURI mencatat Tari Saman yang dibawakan 5.057 penari hari ini sebagai “Sejarah Superlatif Rekor Dunia”.

“Rekor hari ini dengan bangga didedikasikan kepada segenap masyarakat Kabupaten Gayo Lues,” kata perwakilan MURI.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini