Alasan Ubur-Ubur Danau Kakaban Tak Bisa Menyengat

Renny Sundayani, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2015 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 11 406 1116859 alasan-ubur-ubur-danau-kakaban-tak-bisa-menyengat-Spxw8BOU9W.jpg Alasan ubur-ubur Danau Kakaban tidak menyengat (Foto: Indonesia.travel)

BANYAK orang berpikir bahwa ubur-ubur berbahaya karena sengatannya. Tapi jika Anda berkunjung ke Danau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Anda tak perlu khawatir tersengat ubur-ubur. Pasalnya hewan jenis ini sudah jinak.

Menurut Jevon Samuel, Putra Duta Wisata Manuntung Balikpapan 2015, jenis ubur-ubur ini hanya dimiliki dua tempat di dunia, yaitu Pulau Palawan dan Danau Kakaban, Kabupaten Berau.

"Jadi yang datang ke Kakaban bisa bermain dengan ubur-ubur tersebut, tanpa takut disengat," ungkapnya kepada Okezone di Kantor Cabang Pelni Balikpapan, Rabu (11/3/2015).

Ia menjelaskan mengapa ubur-ubur tersebut kehilangan kemampuan untuk bisa menyengat. Danau tersebut tidak terpapar arus lautan, sehingga melalui proses air yang terperangkap, hewan tersebut berevolusi.

"Ubur-uburnya banyak jenisnya. Bahkan jumlahnya sangat banyak. Sampai saat ini belum ada yang menghitung jumlah ubur-uburnya, karena jumlahnya banyak banget," ungkapnya.

Ubur-ubur di Danau Kakaban (Foto: Indonesia.travel)

Namun ada catatan yang perlu diperhatikan saat traveler berenang di Danau Kakaban. Salah satunya Anda tidak boleh mengangkat ubur-ubur ke atas karena hewan yang satu ini akan mati.

Traveler juga tidak boleh menyebur dengan melompat ke danau. Traveler yang datang harus turun dengan melewati anak tangga yang telah disediakan. Tujuannya agar air tidak menjadi keruh dan tidak merobek tubuh ubur-ubur yang berada di sana.

Danau ini memang dikenal memiliki ekosistem yang cukup unik karena terkenal di dunia memiliki empat jenis ubur-ubur yang berbeda. Keempat jenis ubur-ubur tersebut adalah ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik.

Yang disebut terakhir adalah yang paling unik karena ubur-ubur ini berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, karena biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini