Menapaki Jejak Bersama Penyu Hijau Pulau Derawan

Renny Sundayani, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2015 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 13 406 1118106 menapaki-jejak-bersama-penyu-hijau-pulau-derawan-rCawsnQxGF.jpg Okezone berkesempatan bermain bersama penyu hijau (Foto: Renny Sundayani/Okezone)

KEPULAUAN Derawan di Kalimantan Timur menyimpan kekayaan alam yang patut dilindungi. Salah satunya penyu hijau yang terancam punah.

Populasi penyu hijau sendiri tak hanya ditemukan di Kepulauan Derawan, tapi hewan langka ini bisa ditemukan di Raja Ampat, Pantai Pangumbahan di Sukabumi, serta Tanjung Benoa dan Pulau Serangan di Bali.

Biasanya penyu hijau melakukan perburuan makanan di Derawan, seperti mencari tumbuh-tumbuhan yang hidup di bawah laut seperti akar bahar.

Maka tak heran jika penyu hijau ini bisa dilihat jelas berkeliaran saat traveler melakukan snorkling dan diving.

Bahkan saat traveler santai melihat pantai, mata bisa dimanjakan dengan pemandangan penyu hijau yang sangat dekat jaraknya. Traveler juga bisa menikmati foto bersama penyu, tentunya ada panduan dari petugas lapangan yang memandu untuk menarik penyu ke daratan. Disitulah traveler bisa berkesempatan untuk berfoto bersama hewan langka ini.

Sementara pulau sangalaki di Kabupaten Berau, Kaltim menjadi habibat ini untuk bertelur (Nesting) yang aman. Puncak musim bertelur penyu di pulau Sangalaki di bulan Agustus.

Penyu hijau bisa bertelur hingga 80 butir. Sayangnya, telur penyu hijau ini masih menjadi perburuan para predator laut dan diperjualbelikan oleh manusia. Makanya keberadaan hewan ini sangatlah langka.

Sementara, pemerintah Kabupaten Berau sudah melarang penjualan telur penyu yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Bahkan siapa saja yang perjualbelikan penyu dapat terancam hukuman yang berat.

Disisi lain, penyu hijau memilih habitat pantai yang lebih sepi seperti Pulau Sangalaki, termasuk tidak adanya penyinaran atau cahaya lampu, serta tidak ada aktivitas pergerakan yang dapat mengganggunya saat bertelur. Penyu betina diketahui sangat peka terhadap cahaya. Gangguan sedikit saja dapat membuatnya membatalkan membuat sarang dan bertelur di pantai.

Pulau Sangalaki merupakan Kawasan Konservasi Laut (KKL), dimana traveler bisa melihat pengeraman dan penetasan telur-telur penyu hijau. Termasuk melihat pelepasan tukik (anak penyu) di pantai.

Kabarnya, dari sekian banyak tukik yang berhasil menetas, kemungkinan hanya akan ada satu tukik yang bertahan hidup hingga dewasa.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini