Sistem Perkotaan Jakarta Teburuk di Dunia

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 29 April 2015 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 29 406 1141804 sistem-perkotaan-jakarta-teburuk-di-dunia-3AfWM3RAJD.jpg Sistem perkotaan Jakarta terburuk di dunia (Foto: Okezone)

OKEZONE.COM, Banyak kota besar memiliki kekurangan, termasuk Jakarta dianggap sebagai Kota terburuk dalam masalah kemacetan lalu lintas.

Berikut lima kota dengan sistem terburuk di dunia dilansir Thrillist, Rabu (29/4/2015):

Jakarta, Indonesia

Infrastruktur transportasi di Jakarta diperparah oleh jumlah mobil yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya penduduk yang pulang dan pergi kerja dari kota-kota penyangga di sekira Jakarta. warga Jakarta menghabiskan rata-rata 400 jam di jalan dalam setahun.

Dubai, Uni Emirat Arab

Dubai cukup menjadi perhatian dunia karena memiliki gedung tertinggi di dunia serta museum, kepolisian dengan mobil super, dan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Namun, pemandangan gedung-gedung pencakar langit dengan perumahan tidak memiliki gaya yang sama. Namun, yang lebih buruk adalah kota ini kekurangan ruang publik. Salah satu ruang publik bersama yang sering digunakan adalah Museum Ferrari.

Atlanta, AS

Tidak berbeda dengan Jakarta, Atlanta juga memiliki sistem lalu lintas yang buruk. Namun berbeda dengan faktor kemacetan di Jakarta, di Atlanta justru hal itu disebabkan oleh jalan pembatas yang cukup lebar. Tidak memadainya moda transportasi dan jalur kereta bawah tanah yang terus-menerus diblokir membuat kemacetan semakin menjadi-jadi.

Naypyidaw, Myanmar

Rangoon pernah menjadi ibukota Myanmar sampai tahun 2005. Lalu kota ini menjadi lapangan kosong. Setelah 10 tahun berlalu, kota ini tumbuh kira-kira enam kali ukuran New York, lengkap dengan 20 jalan raya dan akses Wi-Fi gratis. Namun, kota ini hanya dihuni oleh pejabat pemerintah dan terlihat begitu kosong.

Sao Paulo, Brasil

Kota ini dianggap sebagai salah satu kota terburuk dengan sistem perkotaan yang tidak tertata rapi. Gedung-gedung pencakar langit berdiri di antara jalanan yang tidak beraturan. Orang-orang kaya tinggal di pusat kota, sementara yang miskin tinggal di pinggiran. Salah satu cara untuk menghadapi kemacetan adalah dengan berangkat dan pulang kerja menggunakan helikopter.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini