Mengintip China Muslim di Indonesia

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2015 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 03 406 1175954 mengintip-china-muslim-di-indonesia-9P22Mq5Swb.jpg Mengintip China Muslim di Indonesia (Foto: Helmi Saputra/Okezone)

OKEZONE.COM, JAKARTA - Menyusuri kawasan Pecinan di Jalan Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat, ada bangunan mirip klenteng. Ternyata bangunan ruko bercat kuning adalah Masjid.

Masjid tersebut bernama Masjid Lautze yang ternyata mempunyai sejarah panjang, terutama bagi masyarakat Tionghoa. Menurut Humas Masjid Lautze, Yusman Iriansyah, Masjid Lautze berdiri setelah Haji Karim Oei meninggal dunia pada tahun 1988.

Pada tahun itu pula Yayasan Haji Karim OEI didirikan oleh anak Haji Karim Oei, yaitu Ali Karim Oei.

“Haji Karim Oei merupakan seorang tokoh nasional keturunan Tionghoa yang berjuang bersama Bung Karno. Haji Karim Oei juga dianggap sebagai tokoh agama, karena sejak tahun 1938 menjabat sebagai ketua Muhammadiyah Bengkulu,” ceritanya kepada Okezone di Masjid Lautze, Jalan Lautze 89, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Kini Masjid Lautze berdiri menjadi sebuah tempat, terutama bagi orang-orang Tionghoa mempermudah mengetahui Islam. Menurut Yusman Iriansyah, selama ini belum ada tempat yang fokus menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang Tionghoa, padahal mereka umumnya ingin mengetahui.

“Selama ini orang-orang Tionghoa banyak yang ingin mengetahui Islam. Bahkan, banyak orang-orang Tionghoa yang ingin masuk agama Islam, tetapi takut untuk datang ke masjid-masjid pada umumnya, sehingga karena itulah Yayasan Karim OEI ini didirikan bersama dengan Masjid Lautze,” tambahnya.

Selanjutnya, pada tahun 1991 Yayasan Karim OEI menyewa sebuah ruko berlantai empat di Jalan Lautze 89, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Karena mayoritas pegawainya Muslim, maka dibuatlah tempat ibadah seperti masjid meskipun masih sementara.

“Jadi, awalnya masih sementara, karena ruko-nya masih sewa. Tetapi, akhirnya pemilik gedung menjual ruko ini dan pengurus Yayasan Karim OEI bersama bantuan donatur membeli bangunan ruko untuk selanjutnya dibangun sebuah masjid. Kemudian, pada tahun 1994 resmi telah menjadi Masjid Lautze dan prasastinya ditandatangani oleh BJ Habibie,” tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini