Share

Masjid Baiturrahman, Destinasi Religi Favorit di Ujung Sumatera

Salman Mardira, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2015 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 16 406 1182747 masjid-baiturrahman-destinasi-religi-favorit-di-ujung-sumatera-wRmsJkJi2p.jpg Masjid Baiturrahman di Aceh (Foto: Salman Mardira/Okezone)

OKEZONE.COM, BANDA ACEH - Berwisata religi rasanya sangat tepat dilakukan saat Ramadan. Jika ke Aceh kurang lengkap bila tak ke Masjid Baiturrahman.

Azan berkumandang dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Masyarakat bergegas masuk melaksanakan salat asar. Selepas itu beberapa jamaah bertahan dalam masjid, selebihnya keluar.

"Mau lihat suasana di luar dulu sambil nunggu waktu buka puasa," tutur Yusuf, pria paruh baya asal Aceh Barat Daya sambil menuju sebuah kolam yang terhampar di depan Masjid Raya Baiturrahman, beberapa waktu lalu.

Di situ ada beberapa anak-anak didampingi orangtuanya asik memancing ikan hias dengan seutas tali. Pengunjung lainnya terlihat asik berfoto ria dengan berlatar masjid, sebagian lagi duduk di atas rerumputan dan teras masjid yang lainnya terlihat berlalu lalang sambil mengobrol.

Suasana itu cukup membuat Yusuf merasa santai menikmati suasana sore sambil sesekali menatap bangunan masjid yang elok dengan perpaduan arsitektur Eropa dan Timur Tengah. "Kalau ke Banda Aceh selalu menyempatkan diri ke sini," sebutnya.

Masjid Raya Baiturrahman salah satu destinasi religi paling banyak dikunjungi warga lokal maupun wisatawan asing. Keindahan masjid dan nilai sejarahnya yang tinggi mampu menyedot orang untuk ke sini.

Masjid ini menjadi andalan Banda Aceh sebagai kota detinasi wisata Islami dunia dalam menarik kunjungan. Ziarah ke Baiturrahman juga dimasukkan dalam paket wisata Ramadan atau Amazing Ramadan in Aceh yang disediakan Pemerintah Aceh selama puasa.

Masjid yang berdiri sejak abad ke-16 Masehi kesohor seantero jagad. Bahkan ada istilah belum sah ke Aceh kalau belum berkunjung ke Masjid Baiturrahman. Jadi tak heran kalau masjid ini tak pernah sepi, apalagi di bulan Ramadan.

Masjid Baiturrahman selalu hidup dengan aktivitas keagamaan seperti salat lima waktu berjamaah, salat jumat, salat tarawih, tadarus, majelis taklim, zikir bersama dan lainnya. Di sela itu terisi warga yang beriktikaf.

Masjid Baiturrahman menjadi tempat orang bersantai, menikmati keindahan arsitektur serta halaman asri dalam komplek masjid. Bahkan jadi salah satu tempat menunggu magrib alias ngabuburit warga saat puasa seperti ini.

Fazilah Ismail, turis asal Kedah, Malaysia, mengaku Masjid Raya Baiturrahman merupakan situs paling favorit bagi pelancong negara itu saat bertandang ke Aceh.

"Masjid ini sangat megah. Sejarahnya juga,” katanya saat berkunjung ke Banda Aceh, Januari lalu.

Menurut Kordinator Yayasan Salam Malaysia Zon Utara ini, bagi orang Malaysia datang ke Masjid Raya bukan sekadar melancong, tapi melakukan semacam perjalanan religi.

"Berkunjung ke sini serasa-rasa kita hampir sama seperti ke Mekkah," tuturnya menggambarkan aura religi masjid ini.

Arsitektur Masjid Bauturrahman terkesan mewah dan unik, bercorak campuran Eropa dan Persia. Memiliki tujuh kubah dan empat menara, plus satu menara induk.

Di dalamnya lampu-lampu gantung menjadi penerang dan berkesan mewah tapi klasik. Tiang penyangga besar juga dilapisi kuningan. Hiasan kaligrafi di dinding dan lantai yang bersih bikin banyak orang betah ibadah di sana, tak pernah sepi.

Luas pertapakan Masjid Raya Baiturrahman mencapai 3,30 hektar, sanggup menampung hingga 13 ribu jamaah. Bahkan bisa muat hingga dua kali lipat kalau memakai halaman.

Selain nilai religi dan keindahan bangunanya, sejarah perang dan damai mewarnai Baiturrahman dari masa ke masa. Masjid Raya ini juga menjadi saksi ganasnya tsunami Aceh, 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih 200 ribu jiwa.

Huffington Post pernah memasukkan Masjid Raya Baiturrahman dalam 100 masjid paling menakjubkan di dunia. Bahkan, Yahoo menempatkannya dalam 10 terindah di dunia.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini