Ini Pantangan Saat Mendaki Gunung Lawu

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Minggu 01 November 2015 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 01 406 1241687 ini-pantangan-saat-mendaki-gunung-lawu-oVr6ZEH1QS.jpg Gunung Lawu (Foto: Ibtimes)

GUNUNG Lawu selain indah masih kental dengan aura mistisnya. Karena itu, beberapa orang mempercayai adanya pantangan saat mendaki Gunung Lawu.

Konon, pantangan ini berhubungan dengan keselamatan pendaki ketika menuju puncak salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Sardi, salah seorang pemilik warung di sekitar pos pendakian Cemoro Kandang Gunung Lawu, menceritakan beberapa pantangan bagi pendaki saat menuju puncak Lawu. Salah satunya adalah pantangan mengucap kata-kata mengeluh ketika mendaki puncak Lawu.

"Tidak boleh mengeluh kelelahan, karena stamina kita akan mendadak menurun. Jika berkata dingin, maka kita akan kedinginan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya pendaki juga dilarang untuk mengganggu atau membunuh kupu-kupu hitam dengan bulatan biru di kedua sayapnya. Karena, kupu-kupu dengan ciri tersebut merupakan penjaga Gunung Lawu.

"Kemudian, jangan memakai baju hijau dan naik puncak dengan rombongan berjumlah ganjil, karena takutnya tertimpa kesialan. Satu hal lagi, jika tiba-tiba ada kabut dingin yang dibarengi suara gemuruh, jangan nekat naik. Turun saja atau berbaring tertelungkup di tanah," jelasnya.

Sementara itu, salah satu tim Rescue Karanganyar, Maryoto juga menceritakan pantangan bagi pendaki ketika mendaki Gunung Lawu. Salah satunya adalah pantangan menggangu burung Jalak Lawu.

Konon, Kyai Jalak Lawu adalah jelmaan dari abdi dalem setia Prabu Brawijaya V yang bertugas menjaga Gunung Lawu. Biasanya, burung Jalak Lawu berwarna gading.

"Jika berniat baik, Kyai Jalak akan mengantar pendaki sampai ke puncak Lawu. Kyai Jalak bertemu para pendaki bukan untuk mencelakai, tetapi penunjuk jalan," tuturnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini