Desa Dayak Pampang Samarinda, Kearifan Budaya Suku Dayak

Senin 30 November 2015 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 30 406 1258256 desa-dayak-pampang-samarinda-kearifan-budaya-suku-dayak-dXkBjJqKVI.jpg Suku Dayak (Foto: Mister Aladin)

KALIMANTAN Timur memang begitu eksotis. Tidak hanya mendunia dengan wisata baharinya, wisata budayanya juga memiliki daya magis bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu di salah satu provinsi di Kalimantan ini. Wisata budaya yang belakangan menjadi sorotan publik adalah budaya tarian adat suku Dayak yang berpusat di Desa Dayak Pampang Samarinda. Desa ini sekian lama menjadi objek wisata terutama bagi mereka yang menyukai wisata budaya sekaligus ingin mengenal seni daerah Suku Dayak.

Tak berlebihan jika Desa Pampang termasuk destinasi budaya di Kalimantan Timur yang menyimpan keunikan berbeda. Di desa ini wisatawan bisa menikmati tarian tradisional khas Suku Dayak di rumah adat Lamin Adat Pamung Tawai. Rumah adat yang megah penuh ukir-ukiran indah khas Dayak. Desa Pampang sendiri secara resmi menjadi desa budaya sejak 1991 dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur kala itu.

Aset Unggulan Wisata Lokal

Dengan keberadaannya yang mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun asin, cukup beralasan jika Desa Dayak Pampang Samarinda dinobatkan sebagai salah satu aset unggulan wisata lokal. Secara administratif Desa Budaya Pampang ini terletak di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk menikmati keunikan budaya khas suku Dayak di Desa Pampang, wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 23 kilometer dari pusat kota Samarinda. Perjalanan sendiri harus melalui jalan poros Samarinda–Bontang. Letak Desa Pampang berada di bagian kiri jalan poros sebelum Bandara Sungai Baru. Dari papan nama di pintu masuk menuju kawasan Desa Dayak, wisatawan masih harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer menuju lokasi.

Kesenian Tarian Adat Suku Dayak dan Rumah Lamin Adat Pamung Tawai

Secara rutin setiap pekan masyarakat lokal Desa Pampang mengggelar pertunjukan tarian adat Suku Dayak. Wisatawan yang ingin menikmati sajian tarian adat tersebut bisa datang hari Minggu atau sehari sebelumnya, karena pagelaran ini hanya digelar setiap hari Minggu dari pukul 14.00 WITA-15.00 WITA.

Tarian adat Suku Dayak ini digelar di rumah adat yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai. Rumah adat ini terbuat dari kayu Ulin dengan hiasan dan ukiran di hampir semua bagian dindingnya. Hal ini terlihat jelas dari dinding utama (backdrop) dipenuhi ukiran Dayak dengan warna hitam, putih, dan kuning yang dominan. Begitu juga dengan tiang penyangga rumah yang berdiameter dua meter dihiasi ukiran indah. Pada bagian atap yang terbuat dari kayu Sirap, terdapat ukiran kokoh di tengah dan sudut-sudutnya.

Keragaman Tarian Khas Suku Dayak

Budaya unggulan Desa Dayak Pampang Samarinda ini memang didominasi jenis tarian adat. Tercatat beberapa jenis tarian yang dapat dinikmati para wisatawan tiap hari Minggu, yaitu Tari Bangen Tawai, Hudoq, Kanjet Anyam Tali, Ajay Pilling, Kancet Lasan, Nyalama Sakai, Kancet Punan Lettu, dan masih banyak lagi. Uniknya sebelum salah satu tarian dimulai, pembawa acara akan menjelaskan makna dari tarian yang akan digelar. Contohnya Tarian Kanjet Anyam Tali yang menggambarkan perbedaan suku, budaya, bangsa, dan bahasa namun tetap satu. Semua tarian yang digelar di Desa Pampang ini melibatkan seluruh masyarakat tua maupun muda.

Untuk bisa menyaksikan pagelaran budaya tarian adat di Desa Dayak Pampang Samarinda ini pengunjung dikenakan biaya Rp15.000 per orang. Setelah menikmati sajian tarian, para wisatawan dapat berfoto bersama penduduk asli setempat, tentunya dengan mengenakan baju adat Suku Dayak. Umumnya untuk berfoto bersama penduduk asli bertelinga panjang dikenakan biaya tambahan.

Ingin tahu lebih banyak tentang budaya Indonesia atau informasi seputar travel? Yuk, kunjungi Mister Aladin!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini