Ikon Wisata Kepri Terancam Puncah

Haluan Kepri, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2016 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 30 406 1300959 ikon-wisata-kepri-terancam-puncah-J4OLsWnF0T.jpg Wisata batu tiga timpa di Anambas Kepri (foto: Haluan Kepri)

ANAMBAS - Warga Anambas mulai resah menyusul ikon daerah berupa Batu Timpa Tiga terancam punah. Pasalnya, Batu Timpa Tiga yang berada di simpang Jalan SP menunju Tanjung Momong Bakal tertutup karena pembanguna rumah.

Padahal tak dapat dipungkiri sejak dimekarkan, Batu Timpa Tiga merupakan ikon dan kebanggaan masyarakat.

"Batu Timpa Tiga ini merupakan salah satu ikon daerah ini, seharusnya yang membangun rumah itu berpikir, kalau pembangunan tersebut dilakukan maka Batu Timpa Tiga tidak akan tampak lagi," Iwan Prayoga, warga setempat, dikutip dari Haluan Kepri, Sabtu (30/1/2016).

Iwan mengaku sudah menemui lurah Tarempa agar pembangunan rumah tersebut tidak dilanjutkan, apalagi tanah yang tepat didepan batu timpa tiga itu berada di bibir pantai.

"Kita juga sudah menemui pemilik rumah yang akan dibangun, katanya mau diberhentikan namun bisa dilihat sudah dua pancang rumah yang di tancapkan," kesalnya.

Bukan hanya dirinya saja yang mempertanyakan hal itu kata Iwan, namun banyak masyarakat yang menyayangkan kalau sampai pembangunan rumah dilakukan tepat di depan ikon pariwisata. Iwan menceritakan jika sebelumnya pada saat dinas pariwisata masih dipimpin oleh Raja Ishak, pihaknya pernah mendesak agar tepat didepan dibangun tempat bermain seperti Melayu Square di Kota Tanjung Pinang.

"Kan tidak mahal biayanya dan dapat dijadikan tempat bermain bagi anak-anak serta kelestarian Batu Timpa tiga dapat terjaga," ungkapnya.

Di tempat lain Tokoh Pemuda KKA , Asril Masbah yang dihubungi membenarkan kalau tempat di depan Batu Timpa Tiga akan akan dibangun rumah, dan ini sangat disayangkan karena akan memudarkan ikon wisata Anambas.

Ketua LSM kebijakan publik itu juga akan mendesak pemerintah ke depan agar ikon tersebut dapat dilestarikan dan jangan sampai pemandangannya tertutup oleh rumah.

"Kita tidak melarang pembangunan dilaksanakan, namun pembangunan itu tidak merusak yang sudah ada apalagi ikon wisata itu yang sangat disayangkan," tegurnya.

Karena perlu diingat ungkap Asril, Anambas ini telah ditetapkan sebagai daerah Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) pariwisata tentu ikon wisata seperti batu timpa tiga harus dilestarikan jangan sampai rusak apalagi tidak bisa dilihat.

"Pihaknya juga tidak tinggal diam dan akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati dan Wakil Bupati terpilih, sebelum rumah tersebut benar-benar dibangun, bahkan Asril mengancam akan mempersoalkannya karena walapun hak milik tanah pinggir pantai itu ada kebijakannya," tegasnya.

Apa yang dilakukan tersebut ungkap Asril, semata-mata untuk mempertahankan ikon wisata Anambas agar jangan hilang dan dapat dinikmati oleh anak cucu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini