Kunjungan Kapal Pesiar di 2015 Meningkat

Johan Sompotan, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2016 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 17 406 1314492 kunjungan-kapal-pesiar-di-2015-meningkat-7xTbTIk67G.jpg Kunjungan kapal pesiar di 2015 meningkat (Foto: Okezone)

KEMUDAHAN yang dibuka Indonesia untuk kapal pesiar asing dan yacht berdampak positif. Hasilnya, kunjungan kapal pesiar di 2015 meningkat.

Kunjungan kapal pesiar di lingkungan kerja PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.

Berdasarkan catatan, sepanjang tahun 2015 tercatat sekurangnya sebanyak 130 kapal pesiar singgah melalui pelabuhan di wilayah kerja Pelindo III dengan membawa 128.574 turis manca negara dengan berat kapal mencapai 6.798.284 Gross Tonnage (GT).

Edi Priyanto Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengatakan bahwa jumlah kunjungan kapal pesiar menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan jumlah kunjungan kapal pesiar pada tahun 2014 yang tercatat sebanyak 126 unit, sedangkan jumlah kunjungan turis meningkat 52,5 persen dibandingkan tahun 2014 yang tercatat 84.827 turis dan berat kapal meningkat 40,7 persen dibandingkan tahun 2014 yang tercapai sebanyak4.725.008 GT.

"Dari 130 kapal pesiar yang sandar pada pelabuhan-pelabuhan di wilayah Pelindo III, terdiri dari sebanyak 58 kapal pesiar sandar di Pelabuhan Benoa Bali disusul 26 kapal pesiar di Pelabuhan Lembar NTB, 19 unit kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kapal pesiar lainnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Celukan Bawang Bali, Tanjung Tembaga Probolinggo, Kumai, Maumere, Tenau Kupang dan Bima," jelasnya, Rabu (17/2/2016).

Pengembangan marina di Pantai Boom Banyuwangi tersebut akan terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa di Bali dan Labuhan Bajo di NTT. Bahkan, kedepan akan dihubungkan ke lokasi lain yang potensial, seperti Karimunjawa, Lombok, dan Tenau Kupang.

Sedangkan Pengembangan Marina di Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo tersebut ditargetkan tuntas dan sudah beroperasi pada 2017.

"“Pengembangan pelabuhan berbasis wisata yang dilakukan Pelindo III merupakan komitmen dalam mendukung pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia”, jelasnya.

Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing yang berlibur ke Bali dengan menggunakan kapal pesiar. Dia menjelaskan, Bali masih sebatas menjadi tujuan. Pelabuhan menjadi pusat kapal pesiar (turn around cruise port). Artinya, para turis akan memulai perjalanannya dari Bali, kemudian ke sejumlah tujuan lainnya.

”Kami yakin proyek pengembangan wisata ini bisa menarik wisatawan datang ke Indonesia,” kata Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia Prasetyo.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini