Sambut Hari Tari Dunia, Solo Pesta Tari 24 Jam

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 29 April 2016 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 29 406 1375741 sambut-hari-tari-dunia-solo-pesta-tari-24-jam-NbgJwxLsJU.jpg Solo persta tari 24 jam (Foto: Bramantyo)

MENYAMBUT hari tari dunia, Solo mengadakan pesta tari 24 jam. Ratusan penari membius warga masyarakat.

Hanya saja berbeda dari tahun sebelumnya, Solo menari 24 jam yang secara resmi dibuka rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Prof Dr Sri Rochana Widyastutiningrum, di Kampus ISI, Kentingann Jebres, Solo, Jawa Tengah ini, biasannya dimulai sekira pukul 06.00 wib.

Tapi pada tahun ini, Solo menari 24 jam, yang mengambil tema Menyemai Rasa, Semesta Rasa secara resmi baru dimulai sekira pukul 16.00 wib.

Sebelum gong tanda dimulainya kegiatan 24 jam, puluhan penari mempertunjukan kebolehan menarinya. Bahkan, diantara penari dewasa, ada pula dari salah satu SMP di Blora, Jawa Tengah tak mau kalah dengan penari lainnya.

Secara kompak, para penari yang masih duduk dibangku SMP ini begitu luwes membawakan tarian Barong Thir Thur Laskar Sogok Thungteng yang diciptakan sendiri.

Setelah tarian dari siswa SMP 5 Blora ini, puluhan penari lainnya yang datang dari Kalimantan, Sumbawa, Sumatera, Banyumas ini silih berganti menunjukan kebolehan menarinya.

Menjelang pukul 16.00 WIB, muncul 5 penari senior dari ISI yang menggelar tarian Umbul Dungo. Dengan pakaian khas adat jawa mereka menunjukan kebolehannya dihadapan ribuan akademi, warga masyarakat serta turis asing.

Selesai, sekelompok penari menyerupai prajurit kraton dengan membawa panji-panji. Diantara para penari tersebut terdapat dua perserta menari 24 jam Samsuri dari Solo dan Mudjo Setiyo dari Jakarta.

Dua perserta menari 24 itu kemudian naik ke atas panggung dan menerima pengalungan bunga melati dari rektor ISI.

Tidak hanya itu, Samsuri yang kebetulan juga dosen ISI menerima pemukul menyerupai bergada. Setelah itu kedua perserta 24 J menari mulai menunjukan kemampuan tariannya. Hitungan waktu menari 24 jam pun dimulai ketika jam menunjukan sekira pukul 16.16 WIB.

Samsuri dengan alat pemukul gong yang ada di panggung kemudian memukul gong berulang kali sebagai tanda dimulainya menari.

Rektor ISI Sri Rochana Widyastutiningrum mengatakan tujuan dari 24 jam menari tersebut untuk mengajak orang lain senang.

Karena dengan menari orang bisa melepas tekanan sehari-hari yang dihadapinya. Dan bisa menunjukan keselarasan.

"Dengan perayaan 24 jam menari ini, kami sekaligus ingin mengajak masyarakat untuk ikut merayakan hari tari dunia tanpa dibatasi sekat status sebagai seniman dan masyarakat biasa," ungkap Sri Rochana Widyastutiningrum, seusai pembukaan Solo menari 24 jam, di Kampus ISI, Kentingan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/4/2016).

Sementara itu Ananda salah satu perserta dari Banyuwangi, Jawa Timur mengaku tidak ada persiapan khusus dalam menari 24 jam ini. Dirinya hanya menyiapkan kondisi fisik agar selalu bugar dengan selalu berolah raga.

"Baru pertama ini ikut menari 24 Jam. Tak ada persiapan apapun. Hanya menjaga kondisi agar selalu bugar," tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini