Menjelajahi Long Weekend di Taman Safari Prigen ala "Afrika" Indonesia

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2016 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 06 406 1381637 menjelajahi-long-weekend-di-taman-safari-prigen-ala-afrika-indonesia-v8WVIfA9z2.jpg Taman Safari Prigen (Foto: Annisa Amalia Ikhsania)

LIBURAN panjang kerap dimanfaatkan wisatawan untuk melihat satwa, bila ingin merasakan "Afrika" nya Indonesia. Datang saja ke Taman Safari Prigen.

Taman Safari Prigen atau dikenal dengan Taman Safari Indonesia (TSI) 2 merupakan salah satu taman konservasi yang dimiliki oleh Taman Safari Indonesia.

Lokasinya berada di wilayah kaki Pegunungan Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dibangun pada kawasan seluas 350 hektar, membuat Taman Safari Indonesia 2 menjadi yang paling luas dibandingkan dengan Taman Safari Indonesia 1 yang berlokasi di Cisarua, Bogor, dan Taman Safari Indonesia 3 yang berlokasi di Gianyar, Bali.

Dengan wilayah yang luas tersebut tentu menjadi keunggulan dan nilai lebih tersendiri bagi TSI 2. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Idham Rustian, HoD Sales dan Marketing Communication TSI Prigen.

"Tentu dengan wilayah yang lebih luas ini menjadi suatu keunggulan bagi Taman Safari Prigen. Di mana kita masih bisa melakukan pengembangan wilayah, udaranya pun masih fresh atau segar, serta otomatis satwa yang dihadirkan pun lebih beragam dibandingkan Taman Safari lainnya," papar Idham Rustan, kepada Okezone, Kamis (5/5/2016).

TSI Prigen menjadi salah satu wilayah konservasi dan edukasi sebagai sarana rekreasi dengan berbagai program menarik, seperti Safari Adventure, Animal Educational Show, serta berbagai atraksi dan pertunjukan kelas dunia yang melibatkan satwa.

Di TSI Prigen sendiri terdapat tiga zona, yakni zona satwa, zona rekreasi, dan zona baby zoo. Di mana dalam zona satwa terdiri dari wilayah Amerika-Eropa, Asia, dan Afrika.

Hingga tahun 2016, sudah terdapat 2500 ekor populasi satwa dengan kurang lebih dari 200 ekor spesies.

Konsep yang diusung pun mengadaptasi dengan gaya di Afrika, di mana para satwa dibiarkan bebas dalam alam terbuka. Para pengunjung pun juga dapat melihat satwa dan memberi makan lebih dekat.

"Para satwa disini dibiarkan bebas untuk bisa lebih dekat dan berinteraksi dengan pengunjung. Hanya saja pengunjung tidak bisa turun dari mobil begitu saja, harus dalam pengawasan ranger atau petugas kami," imbuh Victor Bayu, guide dari TSI Prigen.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini