Satwa di Taman Safari Prigen bak Anak Sendiri

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Senin 09 Mei 2016 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 09 406 1383323 satwa-di-taman-safari-prigen-bak-anak-sendiri-mnkSVCAGD9.jpg Satwa di Taman Safari Prigen bak anak sendiri (Foto: Okezone)

BANYAK wisatawan belum mengetahui bagaimana Taman Safari memanjakan satwanya, namun melalui Taman Safari Prigen kemanjaan itu terbongkar.

Taman Safari Prigen merupakan salah satu tempat konservasi yang dimiliki Taman Safari Indonesia. Lokasinya berada di wilayah kaki Pegunungan Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

TSI 2 Prigen merupakan rumah bagi lebih dari 2.500 satwa dari 250 spesies yang berasal dari berbagai belahan dunia, seperti gajah afrika, harimau sumatera, singa, penguin, dan masih banyak lagi.

Dengan beragam spesies satwa tersebut, secara reguler pihak TSI melakukan kontrol atas kualitas makanan. Victor Bayu, salah anggota Tim Edukasi Divisi Satwa, menuturkan terkait penyediaan makanan satwa selalu terpenuhi.

"Misalnya, untuk penyediaan rumput bagi gajah selalu dipenuhi. Untuk roti, ada pemilihan merek tertentu yang sudah dipertimbangkan kadar proteinnya dan kandungan lainnya," ujar Victor Bayu kepada Okezone, baru-baru ini.

Ia juga menambahkan terdapat rumah sakit satwa dengan empat tenaga dokter dan kurang lebih 200 keeper atau penjaga yang siaga. Para dokter dan keeper berpatroli supaya satwa-satwa tidak merasa stress atau tertekan.

Untuk bentuk lain peningkatan kualitas kesejahteraan satwa dengan memberikan enrichment. Enrichment pun beragam, mulai makanan, sosial, habitat, fisik, dan kognitif.

Makanan

Satwa juga membutuhkan beragam nutrisi dan variasi makanan agar tidak bosan serta mendapat gizi yang seimbang.

"Misalnya harimau kan makannya daging. Nah, dagingnya macam-macam, bisa daging ayam. Bulan berikutnya, daging sapi, kuda, atau kambing. Kalau menunya sama, nanti mereka bosan. Sama halnya dengan manusia, mereka juga butuh variasi makanan," terang Victor.

Lingkungan Habitat Fisik

Untuk hal ini, pihak TSI merancang habitat semirip mungkin dengan alam atau melalui penambahan kayu, tambang, tumbuhan, mainan yang disesuaikan jenis satwanya.

Misalnya, satwa penguin yang memiliki habitat dingin, sehingga di TSI dibangun tempat yang sesuai habitat asalnya.

Lingkungan Sosial

Enrichment sosial dilihat dari sifat satwa tersebut, individual atau sosial. Satwa yang memiliki sifat sosial tinggi, misalnya zebra dapat digabung dengan satwa jenis herbivora lainnya agar terjalin interaksi satu sama lain.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini