Sehari, Satwa di Taman Safari Prigen Santap 40 Kilogram Daging

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Senin 09 Mei 2016 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 09 406 1383403 sehari-satwa-di-taman-safari-prigen-santap-40-kilogram-daging-0KrVqy6qjD.jpg Taman Safari Prigen (Foto: Annisa Amalia Ikhsania)

BERKACA dari Kebun Binatang di Surabaya membuat Taman Safari Prigen buka-bukaan soal asupan makanan satwa miliknya.

Taman Safari Prigen atau dikenal dengan Taman Safari Indonesia (TSI) 2 merupakan salah satu taman konservasi yang dimiliki oleh Taman Safari Indonesia.

Lokasinya berada di wilayah kaki Pegunungan Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

TSI 2 Prigen merupakan rumah bagi lebih dari 2500 ekor satwa dari 250 spesies yang berasal dari berbagai belahan dunia, seperti gajah Afrika, harimau Sumatera, singa, penguin, dan masih banyak lagi.

Dengan beragam spesies satwa tersebut, secara reguler pihak TSI melakukan kontrol atas kualitas makanan.

Salah seorang tim edukasi dari Divisi Satwa TSI 2 Prigen, Victor Bayu, menuturkan bahwa makanan yang diberikan pada satwa harus disesuaikan dengan berat badan dan usia satwa tersebut.

"Kalau untuk hewan buas atau karnivor biasanya di alam bebas bisa menghabiskan 24-40 kilogram per hari, setelah itu mereka enggak akan makan lagi selama seminggu kemudian, kemudian nanti mereka berburu lagi. Tetapi, di Taman Safari ada takarannya, sesuai berat badan dan usia satwanya. Kalau masih anak-anak, tentu lebih sedikit takarannya dibandingkan dengan yang dewasa, lalu ditambah asupan susu. Misalnya untuk macan, dalam sehari bisa menghabiskan 8 kg daging kanguru, itu dibagi dalam siang dan sore hari. Di sela-sela itu juga kita kasih snack, yaitu daging ayam," papar Victor Bayu kepada Okezone, baru-baru ini.

Hal yang sama juga berlaku untuk hewan herbivora atau pemakan tumbuh-tumbuhan. Umumnya, para satwa tersebut mengonsumsi rerumputan dan dedaunan hijau.

Selain makanan utama, terdapat makanan tambahan lainnya, seperti pelet (makanan burung berukuran besar) dan ragam buah-buahan.

Victor melanjutkan makanan yang dikonsumsi oleh para satwa pun layaknya manusia. Satwa juga membutuhkan beragam nutrisi dan variasi makanan agar tidak bosan dan mendapatkan gizi yang seimbang.

"Misalnya harimau kan makannya daging. Nah, dagingnya macam-macam, bisa daging ayam. Bulan berikutnya, daging sapi, kuda, atau kambing. Kalau menunya sama, nanti mereka bosan. Sama halnya dengan manusia, mereka juga butuh variasi makanan," terang Victor.

Dalam satu hari, porsi makanan utama untuk para satwa dibagi menjadi dua kali, yakni pada pagi dan sore hari. Jarak antara pagi dan sore diisi dengan cemilan berupa buah-buahan atau makanan yang diberikan oleh pengunjung.

"Dalam satu hari, porsi makanannya 50% di kandang dan 50% di exhibit. Ditambah ada cemilan yang dikasih oleh para pengunjung yang datang," tutup Victor.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini