Bali Safari & Marine Park, Kehidupan Satwa Afrika di Indonesia

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2016 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 10 406 1384302 bali-safari-marine-park-kehidupan-satwa-afrika-di-indonesia-e2Vl8tJrht.jpg Bali Safari & Marine Park (Foto: Okezone)

SELAIN Taman Indonesia Prigen terdapat tempat wisata melihat satwa lain bergaya Afrika. Tempat wisata ini Bali Safari & Marine Park (BSMP).

BSMP merupakan unit bisnis ketiga dari Taman Safari Indonesia. Berlokasi di hutan seluas 43 hektar di Gianyar, sebagai habitat buatan untuk 80 spesies dengan 1000 ekor satwa yang berasal dari Indonesia, Afrika, dan India.

William Santoso, General Manager BSMP, menuturkan jika BSMP memiliki konsep yang berbeda dibandingkan dengan Taman Safari Prigen dan Taman Safari Cisarua, Bogor. Seperti apa?

"Kami memiliki konsep filosofi Bali yang sangat kuat. Hampir seluruh area di BSMP ditunjang dengan arsitektur dan nilai seni budaya Bali. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur, kegiatan upacara tertentu yang dinikmati pengunjung, hingga kehadiran Pura. Filosofi tersebut kemudian ditunjang dengan visi Taman Safari Indonesia sama seperti yang lain, yakni melestarikan satwa langka dan sebagai wilayah konservasi satwa untuk berkembang biak dengan benar," tutur William kepada Okezone, Senin, 9 Mei 2016.

BSMP sendiri terdapat tiga zona satwa yang berbeda, yaitu zona Indonesia, zona India, dan zona Afrika. Di mana seluruh satwa yang ada asalnya merupakan dari ketiga negara tersebut.

Zona Indonesia, misalnya terdapat satwa berupa gajah Sumatera, harimau Sumatera, babi rusa, buaya, dan lain-lain.

Zona India diwakili oleh satwa kijang, rusa, dan burung merak. Serta zona Afrika berupa satwa jerapah, zebra, watusi (sapi merah), dan lain-lain.

"Mengapa hanya ditawarkan tiga zona? Karena memang di BSMP mayoritas pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara dari Australia. Jadi, mereka nampaknya tidak tertarik melihat satwa dari Australia. Sehingga dipilihlah satwa yang eksotis dan endemik, contohnya badak putih dan spesies lain yang hampir punah, seperti gajah Sumatera, burung cenderawasih, macan," terang William.

Tidak hanya mengedepankan konservasi dan edukasi satwa, terdapat pula program pengembangan budaya Bali, seperti Bali Agung Show.

Hadir pula program lainnya, yaitu Safari Journey, pertunjukan satwa, Safari Night hingga fasilitas lengkap seperti restoran, Bali Theater, resort, serta wahana Fun Zone dan Water Park.

"Di sini pihak kami mengadaptasi gaya Afrika di mana para satwa dibiarkan bebas. Kemudian, dalam pemberian satwa kami berikan kesempatan kepada pengunjung untuk memberi makan satwa secara langsung melalui program Safari Night," tutup William.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini