Lebaran 2016, Kunjungan Wisata Gunungkidul Mengalami Penurunan

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2016 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 12 406 1436024 lebaran-2016-kunjungan-wisata-gunungkidul-mengalami-penurunan-7zFxOISG6f.jpg Gua Pindul di Bantul, Yogyakarta (foto: initempatwisata.com)

YOGYAKARTA - Selama libur Lebaran mulai Senin 4 Juli 2016 sampai Senin 11 Juli 2016, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mencatat kenaikan jumlah pengunjung ataupun wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Gunungkidul.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono, menuturkan, sebanyak 250.000 wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul.

"Sebanyak kurang lebih 199.000 wisatawan terpantau dari pos retribusi, ditambah 30-40 persen sisanya atau sebanyak 51.000 dari non retribusi. Total jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 250.000 wisatawan," ucapnya, seperti dikutip dari PR Online.

Harry mengatakan, meskipun masih belum mencapai target sebanyak 350.000 wisatawan, namun pihaknya optimis dapat mencapai angka tersebut, karena wisatawan masih terus berdatangan sampai H+7 lebaran. "Jumlah ini pun terus bertambah sampai H+7 mendatang, atau tanggal 13 mendatang," ujar Harry.

Kunjungan wisatawan untuk libur lebaran pada tahun 2016 ini sementara turun dibandingkan tahun 2015 lalu sebanyak 362.000 wisatawan dari 345 dari target yang telah ditentukan.

Harry mengatakan, penurunan ini dikarenakan hari raya Lebaran jatuh pada hari Rabu-Kamis sehingga kunjungan wisatawan lebih pendek,sementara Lebaran tahun lalu jatuh pada Jumat-Sabtu dengan libur lebih panjang. "Sementara itu, untuk jumlah retribusi yang telah didapatkan, hingga kini berjumlah sebesar Rp 1,57 miliar," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Budhi Harjo, menghimbau kepada wisatawan untuk berhati-hati dan waspada ketika berada di obyek wisata khususnya pantai.

Pasalnya, di bulan ini sebenarnya sudah masuk musim kemarau. Namun karena pengaruh suhu tekanan tinggi dari Benua Australia sehingga ada Lalina. “Sehingga ada kemarau basah atau pada saat kemarau terjadi hujan. Ini (fenomena) sampai kapan? Kelihatannya sepanjang akhir tahun ini hujan masih ada,” katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini