'Kembali ke Alam' Jadi Wisata Menarik untuk Anak Perkotaan

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis · Senin 18 Juli 2016 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 18 406 1440404 kembali-ke-alam-jadi-wisata-menarik-untuk-anak-perkotaan-9bqTIQ9rRK.jpg foto: PR Online

SUBANG - Mengisi liburan sekolah dengan kegiatan wisata edukatif, menjadi alternatif kegiatan yang dapat dilakukan di Kabupaten Subang. Aktivitas yang bersentuhan langsung dengan alam adalah yang banyak diminati warga perkotaan.

Seperti puluhan siswa sekolah dasar Pantai Indah Kapuk Jakarta yang mengikuti kegiatan Kids Camping di kawasan Ciater Kabupaten Subang, pekan lalu. Dalam liburannya, para siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti teropong bintang, membajak sawah dengan kerbau, dan membuat sapu.

"Asyik dan menyenangkan tempatnya sejuk, pas malam dingin banget. Paling asyik sih pas bajak sawah, ada kerbau dan main lumpur sama teman-teman," ujar Arman seoran siswa peserta Kids Camp, dilansir dari PR ONline.

Manajer Humas Sari Ater Hotel & Resort di Kawasan Ciater Kabupaten Subang, Yuki Azuania, mengatakan bahwa wisata edukatif dilaksanakan berawal dari permitaan para orang tua dari salah satu sekolah di Jakarta untuk mengisi waktu libur anak-anaknya.

"Mereka menginap di Camping Park Sari Ater dengan menggunakan tenda. Sedangkan kegiatannya ada pula yang dilaksanakan di lingkungan warga desa terdekat, seperti membajak sawah dan membuat sapu uyun," katanya.

Menurut Yuki, dalam kegiatan wisata edukatif tersebut para siswa diajak bersentuhan langsung dengan alam, termasuk melihat aktivitas warga di perdesaan. "Ada 38 anak sekolah dasar yang ikut kids camp, mereka dari sekolah di pantai indah kapuk Jakarta," katanya.

Dijelaskan Yuki, selama dua hari satu malam mereka mengikuti kegiatan edukasi di camping park. Misalnya, teropong bintang, membajak sawah menggunakan kerbau, presentasi kelompok, unjuk kabisa, dan membuat sapu uyun, menggambar keramik, dan berendam di air panas alami pulosari.

"Dari beberapa kegiatan yang mereka ikuti, paling disukai para siswa yaitu saat membajak sawah. Selain membajaknya menggunakan kerbau yang sudah jarang ditemui, para siswa leluasa bermain lumpur. Mungkin bagi anak-anak di kota besar, kegiatan membajak dan bermain lumpur di sawah hal yang langka, jadi mereka menyukainya," ujarnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini