Panduan Penting saat Lihat Festival Budaya Lembah Baliem

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2016 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 22 406 1444344 panduan-penting-saat-lihat-festival-budaya-lembah-baliem-tXa6ekwvTR.jpg Papua (Foto: Barrykusuma)

FESTIVAL Budaya Lembah Baliem 2016 menjadi festival tertua di Papua. Jika ingin melihatnya, ini tipsnya.

Bagi para wisatawan yang berencana menghadiri acara tersebut, harus mengetahui tips-tips ini sebelum berbaur dengan warga setempat.

Meski penduduk asli Suku Hubula pada umumnya terbuka terhadap wisatawan baik asing maupun domestik, tetapi alangkah baiknya para wisatawan memperhatikan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan bagi wisatawan dan penduduk setempat.

Dikutip dari Buku Panduan Festival Budaya Lembah Baliem ke-27, berikut beberapa tips yang harus diperhatikan para wisatawan.

1. Hal yang diperbolehkan

 Hormati warga lokal (suku asli) untuk menjaga kenyamanan

Dianjurkan membawa rokok atau permen jika sewaktu-waktu ada warga lokal yang mengajukan permintaan "sebatang romok".

Hal ini biasa dilakukan sebagai wujud rasa kebersamaan dan saling menghormati antar sesama, bukan menagih atau meminta-minta. Bagi yang tidak merokok kita bisa memberikan permen sebagai gantinya rokok.

Wajib membawa jaket tebal, payung atau jas hujan karena suhu udara sering berubah-ubah dan curah hujan yang cukup tinggi.

Bawalah dokumen resmi seperti paspor dan identitas diri selama perjalanan.

2. Hal yang tidak diperbolehkan

Jangan menunjukkan sikap tidak hormat atau menertawakn masyarakat yang masih menggunakan pakaian tradisional setempat.

Bagi wisatawan pecinta trekking, dilarang menerobos perkampungsn atau halaman rumah orang yang ada tanda larangan (silo), membakar hutan atau mengambil tanaman atau hewan tanpa seijin warga sekitarnya.

Bagi yang ingin mengambil gambar (foto) atau berpose bersama masyarakat lokal yang menggunakan baju tradisional (di luar acara Festival Budaya Lembah Baliem) sebaiknya melakukan pembicaraan atau kesepakatan bersama terlebih dahulu, sebab masyarakat lokal di tempat-tempat tertentu akan meminta imbalan uang sebagai wujud kepemilikan harga diri yang tinggi.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini