Akses Jalur Darat di Papua Masih Minim

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2016 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 24 406 1445385 akses-jalur-darat-di-papua-masih-minim-vyZ0hhnWks.jpg Akses di Papua masih minim (Foto: Nationalgeographic)

MINIMNYA akses dan infrastruktur juga dialami oleh Papua, Bupati Jayawijaya meminta agar akses ke Papua dipermudah.

Masih banyak masyarakat Indonesia cenderung memilih berlibur ke luar negeri dibandingkan mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam negeri. Banyak diantara mereka yang beralasan karena biayanya lebih murah.

Salah satu contoh nyata adalah destinasi wisata yang ada di tanah Papua. Untuk dapat mengunjungi salah satu destinasi wisatanya saja, wisatawan Indonesia harus merogoh kocek hingga 3 kali lipat dibandingkan jika mereka berlibur ke negara tetangga seperti Singapura.

Permasalahan utamanya adalah infrastruktur dan akses yang belum maksimal. Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetimpo.

"Sebetulnya sudah ada 138 jadwal penerbangan yang menuju ke tempat kami di Jayawijaya. Namun, permasalahannya adalah akses utama saat ini memang hanya tertumpu pada transportasi udara. Belum ada pembangunan masif terkait infrastruktur dan jalur darat yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia," tutur John Wempi Wetimpo, saat acara Konferensi Pers Festival Lembah Baliem di DoubleTree by Hilton, Cikini, Jakarta Pusat.

John menambahkan pihak kementerian pariwisata hingga saat ini belum menunjukkan membantu mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya itu.

"Mereka selalu hadir di setiap acara pariwisata yang kami adakan, namun tidak dalam level Menteri. Padahal, jika Menteri Pariwisata hadir melihat tempat kami, mungkin mereka bisa melihat potensi besar yang kami miliki," jelasnya.

"Asumsi mereka mungkin Wamena adalah daerah terpencil yang jauh di pedalaman Papua. Sehingga sebelum terbang ke tempat kami, sudah takut duluan," tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini