Bali Tanpa Alkohol, Ini Tanggapan Masyarakat Pulau Dewata

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 15 September 2016 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 15 406 1490408 bali-tanpa-alkohol-ini-tanggapan-masyarakat-pulau-dewata-74GTo33F90.jpg Alkohol (Foto: Ndoherty)

ISU pelarangan minuman beralkohol di Bali kembali memanas. Beberapa media asing ikut menyoroti kebijakan Menteri Perdagangan Indonesia, Rachmat Gobel.

Kebijakan ini terlampir pada Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 06 2015 menyebutkan pengecer minuman beralkohol skala minimarket dan pengecer lainnya, tidak diperkenankan untuk menjual minuman beralkohol jenis apa pun. Tujuannya adalah untuk melindungi moral dan budaya masyarakat Indonesia.

Peraturan ini ternyata mendapat penolakan keras dari wisatawan mancanegara, hingga penduduk asli Bali.

Menurut mereka, dengan dilarangnya minuman beralkohol sama saja dengan ‘membunuh’ industri pariwsata Indonesia.

“Kebijakan untuk melarang minuman beralkohol di daerah pariwisata itu merupakan blunder besar,” tutur I Wayan Puspa Negara, Pemerhati dan Praktisi Pariwisata Bali kepada Okezone, Rabu 14 September 2016.

Ada hal-hal yang harus diperhatikan pemerintah guna menciptakan pariwisata yang komprehensif. Seperti bercermin pada pasar luar negeri, karena mereka salah satu penyumbang devisa terbesar.

Wayan menjelaskan solusi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan penguatan pada sektor supervisi, monitoring, evaluasi produksi serta pemanfaatan minuman beralkohol ini.

“Sejauh ini pengawasan yang dilakukan pemerintah masih belum maksimal. Pengawasan harus dilakukan secara berlanjut dan periodik. Selain itu, law enforcementnya masih belum konsisten,” tegas Wayan.

“Jaman sekarang, peraturan tertulis itu tidak penting. Tapi buatlah norma-norma yang ditakuti oleh masyarakat. Contohnya : “Jangan masuk ke hutan, nanti diculik genderuwo”. Itu yang biasanya ditakuti masyarakat,” tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini