Share

Fakta soal Jakarta yang Belum Diketahui Banyak Orang!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 18 September 2016 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 18 406 1492145 fakta-soal-jakarta-yang-belum-diketahui-banyak-orang-Pn5bzASSEx.jpg Fakta soal Jakarta yang belum diketahui banyak orang (Foto: Okezone)

DAERAH Khusus Ibukota Jakarta dikenal sebagai salah satu kota tersibuk di kawasan Asia Tenggara. Bagaimana tidak, aktivitas industri maupun pemerintahan Indonesia berpusat di kota metropolitan ini.

Meskipun demikian, kota yang dihuni oleh sekitar 15.586.000 penduduk ini ternyata memiliki beberapa fakta unik yang belum banyak diketahui orang banyak.

Berikut 4 fakta unik tentang ibu kota Indonesia, dikutip dari Kementerian Pariwisata RI.

Monas bukan maskot Jakarta

Monas alias Monumen Nasional sebetulnya bukan maskot Jakarta. Maskot sebenarnya adalah patung burung elang Bondol dan Salak Condet yang ada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang ditetapkan pada 1989.

Mall terbanyak di dunia

Jakarta termasuk kota dengan jumlah mal terbanyak di dunia. Di seluruh kawasan Jakarta telah berdiri lebih dari 173 mal. Jumlah ini disebut menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota dengan mal paling banyak di dunia.

Jakarta memiliki 47 museum

Jakarta sebagai kota metropolitan ternyata memiliki 47 museum bersejarah yang bisa anda kunjungi. Seperti, Museum Sejarah Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Taman Prasasti, Museum Bahari, Musem Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Tragedi 12 Mei, Museum Tekstil, dan masih banyak lagi.

13 kali mengganti nama

Kota Jakarta ternyata sempat berganti nama hingga 13 kali sejak 1527. Nama-nama tersebut yaitu Sunda Kelapa (abad ke-14), Jayakarta (22 Juni 1527), Jayakarta (22 Juni 1527), Stad Batavia (1621), Gemeente Batavia (1905), Stad Gemeente Batavia (8 Januari 1935), Jakarta Toko Betsu Shi (saat dijajah Jepang, Pemerintah Nasional Kota Jakarta (1945), Stad Gementee Batavia (20 Februari 1950), Kota Prajโ€™a Jakarta (24 Maret 1950), Kota Praja Djakarta Raya (18 Januari 1958), Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya (1961), Jakarta (1964), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (1999).

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini