Dibuat Tahun 1849, Lukisan Maestro Indonesia Raden Saleh Memukau Publik di Singapura

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 23 November 2016 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 23 406 1549126 dibuat-tahun-1849-lukisan-maestro-indonesia-raden-saleh-memukau-publik-di-singapura-uKkEQGVIn7.jpg Lukisan Karya Raden Saleh di Nasional Galery Singapore/NGO (foto: Amril/Okezone)

INDONESIA patut bangga memiliki pelukis hebat yang karyanya kini terpampang di Nasional Galery Singapore (NGS). Enam lukisan hasil goresan tangannya berhasil menyirep jutaan wisatawan yang memadati NGS kala itu.

Publik seakan terpukau menikmati karya besar maestro Indonesia ini. Ketika Okezone mendapat kesempatan hadir langsung, di NGS di kawasan St Andrew's Road Singapore, yang merupakan jantung kota dekat dengan City Hall.

Sebelum melangkah dan mengenal lebih jauh bagaimana pelukis Raden Saleh bisa sampai di NGS, perlu diketahui juga bahwa NGS merupakan museum seni modern di Asia Tenggara ini. Boleh dikatakan ini terluas dan disajikan dalam bentuk modern.

Bangunan tua namun dikemas modern ini dulunya adalah bekas gedung Mahkamah Agung dan Balai Kota. Hebatnya lagi, pemerintah Singapura turut menyertakan para anak mudanya dalam memilih dan menentukan desain untuk bangunan seluas 64.000 meter persegi, di mana dua gedung menjadi satu.

Setelah dua bangunan direnovasi dan diperbesar untuk menciptakan museum terbesar di Singapura. NGS menjadi perhatian serius dalam karya seni tinggi. Bahkan ketika kali pertama dibuka pada 24 November 2016, Museum tersebut ditulis sebagai Permata terbaru di mahkota seni Singapura.

Pemerintah Singapura menjadikan NGS sebagai institusi seni visual baru yang menaungi koleksi seni modern Singapura dan Asia Tenggara, yang didedikasikan untuk mengumpulkan koleksi yang akan memberikan wawasan seni yang unik, warisan dan sejarah daerah, tempat ini merupakan tujuan yang wajib dikunjungi.

Menurut data yang dikumpulkan Okezone dari berbagai sumber, NGS memiliki lebih dari 8.000 buah koleksi. Konon ini dianggap sebagai yang terbesar dan berharga dari abad ke-19 hingga kini.

Bukan hanya pelukis maestro Raden Saleh dari Indonesia, NGS juga menampilkan pelukis hebat dari sejumlah negara lain di Asia Tenggara, seperti Fernando Cueto Amorso (Filipina), Nguyen Gia Tri (Vietnam), Latiff Mohidin (Malaysia), U Ba Nyan (Myanmar), Montien Boonma (Thailand), hingga Svay Ken (Kamboja).

Lukisan Raden Saleh sendiri ada di lantai 5, dan saat memasuki banyak pengunjung yang terpesona akan NGS, tidak henti-hentinya menatap, terpesona, seakan lukisan Raden Saleh itu memiliki magnet tersendiri, yang dijaga ketat oleh petugas museum. "Boleh di foto, tapi tidak boleh disentuh," ujar petugas yang menjaga lukisan karya Raden Saleh itu.

Sebuah pemandangan yang luar biasa di ruangan yang serba berdinding kayu dan kaca itu, pencahayaan lampu yang tidak terlalu terang di kelilingi 6 lukisan Raden Saleh yang sangat terkenal, seperti tiga diantaranya letusan gunung Merapi, harimau sang pemangsa, dan yang paling hebat adalah BOSCHBRAND (Forest Fire) yang dibuat pada tahun 1849, sebuah karya yang menceritakan soal Kebakaran Hutan ada komposisi menarik dan sangat besar lukisan ini berukuran 300 x 396cm Oil on canvas, saat itu luar biasanya Raden Saleh telah membuat karya berukuran besar.

Ada pesan yang dramatis yang ingin digambarkan Raden Saleh, di mana dalam lukisan itu menunjukkan hewan hutan yang dikejar oleh api sampai ke tepi jurang, mata Harimau yang kuat, begitu detail. Saat itu juga terekam seperti kamera terlihat harimau ketakutan menghadapi api, sang pelukis begitu kuat menangkap pesan dalam lukisan tersebut, dimana digambarkan binatang lainnya yang seolah menatap sinis, seperti burung elang yang seakan ingin menerkam, sambil melirik harimau yang tengah mencabik-cabik mangsanya. Sungguh sebuah visual yang dramatis.

 

Raden Saleh merupakan seniman besar Indonesia kelahiran Semarang, Jawa Tengah, yang menghabiskan waktu 20 tahun tinggal di Eropa. Karyanya banyak dipengaruhi oleh gerakan romantis barat, dan ia juga termasuk seniman yang menciptakan gaya baru dalam kekuatan yang mengangkat fenomena alam. Berbagai macam penghargaan pun banyak mengalir dari tangan dinginnya itu.

Kini lukisan itu menjadi saksi sejarah bahwa Indonesia memiliki seniman yang luar biasa hebat dan diabadikan di salah satu museum terbesar di Singapura.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini