Wisatawan Mancanegara Lebih Tertarik pada Budaya Indonesia daripada Keindahan Alam

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 23 November 2016 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 23 406 1549299 wisatawan-mancanegara-lebih-tertarik-pada-budaya-indonesia-daripada-keindahan-alam-yw1QgxWJAd.jpg Ilustrasi Wisatawan Mancanegara Belajar Salah Satu Budaya Tarian Indonesia (foto: Okezone)

KEINDAHAN alam Indonesia memang tidak diragukan lagi sebagai daya tarik pariwisata. Tapi, siapa sangka budaya orang Indonesia justru menjadi daya tarik paling besar dalam menarik wisatawan mancanegara (wisman).

Satu survei tentang perilaku pasar industri pariwisata di Indonesia menunjukkan bahwa 60 persen wisatawan datang untuk mempelajari budaya atau melihat industri berbalut budaya. Sementara itu, hanya 35 persen wisatawan datang untuk menikmati alam dan sisanya untuk kepentingan bisnis dan lainnya.

Hal ini diungkapkan juga oleh Putri K Wardani, selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Berbasis Budaya. Ia mengakui budaya adalah daya tarik utama wisman datang ke Indonesia. Sementara keindahan alam adalah bonus yang bisa didapatkan.

“Kalau kita bandingkan dengan Maldives contohnya. Hari pertama di sana kita bisa lihat pemandangan alam yang indah, tapi besoknya bingung mau cari apa, apalagi kalau kita bukan pecinta olahraga air mungkin. Beda dengan di Indonesia, kita bisa belanja kerajinan, lihat tontonan seni tradisional, kulineran. Itu yang jadi kelebihan Indonesia banyak daerah di Indonesia,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui belum semua daerah siap untuk mengembangkan dan mempromosikan budaya mereka. Untuk itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional “Kadin Kembangkan Pariwisata Melalui Inovasi Industri Berbasis Budaya dan MICE yang Terintegrasi”, ia menyampaikan agar industri pariwisata berbasis budaya lebih ditingkatkan.

“Dulu kebanyakan wisman rata-rata cuma datang ke destinasi wisata tiga per empat hari dan masyarakat nggak dapat banyak keuntungan. Tapi sekarang wisman rata-rata bisa berkunjung lebih dari dua hari dan liburan. Mereka bisa merasakan makanan tradisional, menonton sendratari, atau belajar membatik kemudian dapat sertifikat, itu yang sebenarnya dicari wisatawan. Ini jadi PR pemerintah untuk mengembangkan,” pungkasnya, dalam acara yang diadakan di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini