Share

Sejumlah Budayawan Sambut Tahun 2017 dengan Renungan Kecapi di Goa Rengganis

Syamsul Maarif, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2017 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 03 406 1582353 sejumlah-budayawan-sambut-tahun-2017-dengan-renungan-kecapi-di-goa-rengganis-yDzymiQnBP.jpg Bermain kecapi di Goa Rengganis (Foto:

Sejumlah budayawan dan pelaku seni di Kabupaten Pangandaran punya cara unik dalam menyambut tahun 2017. Salah satunya yakni memainkan alat musik kecapi di areal taman wisata cagar alam Pangandaran, tepatnya di pemandian goa rengganis.

Salah satu Budayawan Erik Krisnayudha Astrawijaya Saputra mengatakan, acara yang digelar tersebut sengaja dikemas secara sederhana dialam bebas sebagai wujud syukur terhadap Tuhan dengan cara mengolah rasa dan mengenang jasa para pendahulu.

“Lokasi ini dulunya merupakan salah satu kerajaan Galuh Tanduran yang dipimpin oleh Raden Anggalarang dengan Dewi Rengganis,” kata Erik.

Erik menambahkan, cara yang dilaksanakannya tersebut merupakan salah satu penghormatan mengenang kejayaan kerajaan Galuh Tanduran yang sempat dikuasai oleh para bajak laut atau bajo yang dipimpin oleh Suraboma yang ingin menguasai hasil bumi dari lautan Pangandaran.

“Media musik kecapi sangat memiliki keistimewaan untuk menggugah rasa kita, artinya alam sadar manusia akan terfokus pada keheningan dan merasakan seluruh ciptaan yang ada merupakan karunia Tuhan,” tambahnya.

Sementara pelaku seni yang memainkan kecapi Didin Jentreng mengaku, acara tersebut merupakan salah satu sarana untuk menyambut tahun 2017 agar diberikan kebarokahan dan keselamatan.

“Dengan cara inilah para budayawan dan seniman melakukan penyambutan pergantian tahun, cara ini pula yang diyakini kami agar manusia lebih menghargai dan menghormati budaya yang telah dimiliki,” kata Didin.

Didin berpesan, kebudayaan tradisional dengan konsep penyatuan alam bebas harus kembali dikampanyekan melalui acara sederhana agar minat masyarakat untuk mengenal budaya kembali terangsang.

“Tradisi memainkan kecapi dan seruling kini mulai punah, untuk itu kami memiliki tanggung jawab secara sosial untuk mengajak masyarakat melestarikan kebudayaan tersebut,” pungkas Didin. syamsul ma’arif

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini