Share

Ini Alasan Ongkos Mendaki Puncak Carstensz Lebih Mahal dari Naik Haji

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 14 Februari 2017 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 14 406 1618203 ini-alasan-ongkos-mendaki-puncak-carstensz-lebih-mahal-dari-naik-haji-3ZVt0kZ5hg.jpg Puncak Gunung Cartenzs (Foto: Kaskus)

GUNUNG dengan puncak Carstensz di Papua mungkin adalah puncak terjauh dan tersulit untuk ditaklukkan di Indonesia. Banyak pendaki yang tidak bisa menyelesaikan misi 7 Summits Indonesia karena kendala biaya atau ongkos mendaki ke puncak tertinggi nomor satu ini.

Namun, setelah ditelisik lebih lanjut, faktor yang membuat ongkos mendaki ke puncak dengan ketinggian 4.884 mdpl ini, bukan hanya karena jarak dan keterjangkauan. Akun Instagram @gunungindonesia pun berbagi wawancara terkait ini dengan Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia.

Diwakili Leny Surya Martina, ia mengatakan ia perlu menghabiskan sampai sekitar 55 juta per orang untuk mendaki puncak Carstensz selama dua minggu. Selain karena biaya transportasi menuju ke Papua sampai ke Kabupaten Intan Jaya, masyarakat yang belum teredukasi juga jadi masalah.

"Ada kultur-kultur masyarakat di sana yang belum teredukasi. Kalau sudah terorganisasi mungkin murah. Resiko-resiko yang tak terduga juga jadi alasan," kata Leny yang bulan Mei berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz, dikutip pada Selasa (14/2/2017).

Pendaki setidaknya harus menyediakan setengah ratus juta untuk melakukan pendakian dan perjalanan pulang pergi. Itu meliputi ongkos pesawat ke Nabire yang kemudian dilanjutkan dengan pesawat kecil, yang tidak bersubsidi bagi pendaki bukan asal Papua, ke Desa Sugapa.

Selain transportasi, pendaki juga harus menyewa jasa porter dan pemandu. Biaya tersebut bisa lebih mahal dari ongkos perjalanan karena satu pendaki harus ditemani dua porter. Tapi, selain karena hal itu, belum teredukasinya porter dan biaya tak terduga, membuat pendaki harus membawa lebih banyak uang saat ke sana.

Mengetahui informasi tersebut, banyak pecinta kegiatan mendaki yang menyayangkan mahalnya ongkos mendaki puncak tertinggi di Pegunungan Sudirman tersebut.

“Udah kaya naik haji yaa,” ujar @petvalangsejati.

“Biayanya setara dua kali umroh,” tambah @mimonk07.

“Buat Beli motor aja laaa...” timpal @aanhid_26.

(ren)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini