Keindahan Sumatera Barat yang Jadi Andalan Wisata Halal Indonesia

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 27 Februari 2017 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 27 406 1629208 keindahan-sumatera-barat-yang-jadi-andalan-wisata-halal-indonesia-ypvuunuZLq.JPG Pantai Nirwana, Sumatera Barat (foto: Instagram/@suhardjomoelyono)

SUMATERA Barat adalah salah satu rekomendasi destinasi wisata halal di Indonesia. Ini tidak diragukan lagi, karena Sumatera Barat telah menyabet tiga kemenangan dalam ajang World Halal Tourism Award 2016.

Negeri Kerajaan Pagaruyung ini mendapatkan penghargaan Wisata Halal dengan kategori World’s Best Halal Culinary Destination, World’s Best Halal Destination, dan World’s Best Halal Tour Operator.

Hal ini dibuktikan dengan Keindahan alam serta lezatnya cita rasa kulinernya yang menjadikan banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke Sumatera Barat. Berikut adalah beberapa potret daya tarik wisata menarik di Ranah Minang.

Wisata alam menakjubkan

Sumatera Barat yang luas memiliki banyak kecantikan alam menakjubkan, dari pantai sampai puncak gunung. Pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia banyak terhampar indah, salah satunya Taluak Sikulo, di kawasan wisata Mendeh, Pesisir Selatan dan Pantai Nirwana yang terletak di Pantai Barat Sumatera.

Di Sumbar juga terdapat banyak air terjun, seperti Air Terjun Lubuk Hitam dan Air Terjun Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman. Belum lagi ngarai atau lembah yang cantik, seperti Ngarai Sianok dan Lembah Harau.

Wisata kekinian

Untuk anak-anak muda yang gemar berfoto ria, Sumatera Barat juga menawarkan lokasi wisata kekinian yang layak untuk didatangi, seperti Rumah Pohon di Hutan Pinus Tabek Patah, Batusangkar; Kawasan Wisata Taman Ngarai Maaram; Pohon Jomblo di Pantai Ketaping dan Solok.

Berkunjung ke Ikon Sumatera Barat

Ikon-ikon Sumatera Barat juga jadi objek wisata halal menarik, seperti Jam Gadang di Bukit Tinggi, Wisata Istana Pagaruyung di Tanah Datar.

Nikmati Malamang lezat

#KulinerMinang from @ilacitra - Tradisi malamang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam,dan berlangsung secara turun temurun sampai sekarang. Tradisi ini berlangsung dari peran Syekh Burhanuddin (Pembawa ajaran Islam Minang Kabau). Saat itu Syekh Burhanuddin melakukan perjalanan ke daerah pesisir Minangkabau untuk menyiarkan agama Islam serta berkunjung ke rumah penduduk untuk bersilaturrahmi.Dari kunjungannya tersebut,sering masyarakat memberikan makanan yang masih diragukan kehalalannya. Dia pun menyarankan kepada setiap masyarakat yang dikunjunginya agar mencari bambu, lalu mengalasnya dengan daun pisang muda. Setelah itu dimasukan ke dalamnya Beras ketan putih dan santan,kemudian dipanggang di atas tungku kayu bakar.Syekh Burhanuddin pun menyarankan kepada setiap masyarakat yang dikunjunginya agar menyajikan kuliner lamang ini menjadi simbol makanan yang dihidangkan dalam silaturahim. Tradisi ini tidak untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan yang dilakukan secara bersama oleh sekelompok masyarakat atau kerabat. Tujuannya adalah sebagai sarana berkumpul dan mempererat tali silaturahmi menjelang datangnya Bulan Ramadhan.Biasanya lemang dibuat dalam jumlah banyak dan disajikan untuk kudapan dalam acara Maulid Nabi di surau-surau. *wikipedia* . #infoSumbar

Sebuah kiriman dibagikan oleh SUMBAR (@infosumbar) pada Peb 26, 2017 pada 2:09 PST

Selain rendang dan makanan bersantan lainnya, di Padang ada makanan bernama malamang yang harus divoba. Tradisi dari Solok Selatan menciptakan bentuk kuliner unik berbahan zat pati, baik dari beras, ubi, dan lain-lain.

Yang unik, makanan halal ini dibuat dengan memasukkannya ke dalam bambu untuk membuatnya matang dengan dibakar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini