Nih, Rahasia Colosseum di Roma yang Perlu Anda Ketahui

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 01 Maret 2017 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 28 406 1630610 nih-rahasia-colosseum-di-roma-yang-perlu-anda-ketahui-c4ZocmSazL.JPG Colloseum Roma, Italia (foto: Instagram/@angela_menegardo)

COLOSSEUM di Roma yang terkenal itu awalnya bernama Flavian Amphitheatre karena dibangun oleh kaisar dari dinasti Flavianus di abad pertama Masehi. Colosseum menjadi tempat paling banyak dikunjungi di Italia, setelah Kota Vatikan, dengan 6 juta turis tiap tahunnya.

Amfiteater kuno ini sekarang sedang direnovasi berkat hibah dari pemerintah Italia. Sebelum perbaikan selesai, Anda perlu tahu beberapa rahasia dari Colosseum kuno ini.

#rome #colosseum

Sebuah kiriman dibagikan oleh Emanuela Calvi (@emanuela__c) pada Peb 28, 2017 pada 4:35 PST

Dinding Colosseum biasa dicat dengan warna-warna cerah

Lorong-lorong dari Colosseum dicat dengan warna-warna cerah, termasuk lukisan brilian dalam warna merah, biru muda, hijau, dan hitam yang ada di sana. Beberapa arkeolog juga percaya bahwa dulu dinding luar stadion pernah dicat. Sayangnya, kurang dari satu persen permukaan tembok yang dicat masih bertahan.

Graffiti adalah tradisi

Seperti dilansir dari Travelandleisure, Rabu (1/3/2017), lukisan bukan satu-satunya "hiasan" di dinding Colosseum. Gladiator dan fans mereka suka menulis grafiti seluruh dinding juga, loh.

Batu dari Colosseum digunakan untuk membangun bangunan lain

Gereja Katolik menggunakan Colosseum yang ditinggalkan sebagai lahan tambang, batu dari monumen kuno ini diambil untuk membangun Katedral Santo Petrus, St. John Latern, dan Palazzo Venezia.

Titus pernah membanjiri Colosseum dengan air

Pada tahun 80 Masehi, pertempuran laut pernah digelar di dalam Colosseum oleh Titus. Mereka membanjiri lantai arena dengan air sedalam beberapa kaki sehingga kapal bisa berperang.

Setiap pertempuran tidak selalu berakhir dengan kematian

Sementara film tentang petarung di Colosseum menunjukkan seolah setiap pertempuran mengakibatkan kematian gladiator, pada kenyataannya, mati itu bukan satu-satunya hasil akhir. Kadang-kadang gladiator menolak untuk membunuh lawan-lawan mereka atau memberi pengampunan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini