Sampah Jadi Penyebab Utama Rusaknya Terumbu Karang di Indonesia

Tentry Yudvi, Jurnalis · Kamis 02 Maret 2017 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 02 406 1632680 sampah-jadi-penyebab-utama-rusaknya-terumbu-karang-di-indonesia-gmCMDo12Mx.jpg Ilustrasi Menyelam Sambil Melihat Terumbu Karang (foto: Islantradercharters)

INDONESIA merupakan negara yang dikelilingi 17 ribu lebih pulau, sehingga negara ini terkenal dengan wisata baharinya. Namun, pariwisata itu tak diseimbangi dengan perilaku manusia yang beradab untuk ekosistem terumbu karang.

Tanpa adanya terumbu karang, pulau di Indonesia tidak akan cantik, bahkan jangan harap untuk bertemu dengan spesies biota laut. Tanpa adanya terumbu karang, ikan pun akan sulit untuk dicari, dan membuat pantai kotor.

"Terumbu karang yang sehat itu masih dikelilingi ikan karang, dan masih banyak dikelilingi mamalia," ujar Dewi Satriani, Campaign and Mobilization Manager, WWF-Indonesia dalam acara Marine Buddies, Kamis (2/3/2017).

Meski demikian, ekosistem laut kian hari kian menyedihkan banyak ikan mati, dan mamalia juga banyak yang terdampar. Semua memang dikarenakan polusi ekstrem yang sedang menimpa dunia sehingga mengotori air, namun ada lagi yang lebih parah adalah dengan kehadiran sampah.

Tanpa disadari sampah yang merusak kehidupan laut masih menjadi permasalahan utama baik bagi pemerintah dan masyarakat. Kurangnya kepekaan dalam menjaga lingkungan lama-lama akan membuat terumbu karang serta biota ikan semakin punah, dan rusak.

"Masih kurang banyak kesadaran warga, pemerintah, dan pengelola akan sampah. Terlebih di kawasan konservasi yang seharusnya dijaga, dan dipelihara dengan sangat baik," jelasnya.

Ya, memang pesona alam bawah laut di kawasan konservasi seperti Karimun Jawa memang sangat cantik, dan elok. Bahkan, kejernihan airnya membiarkan kalian untuk melihat ikan dari permukaan. Namun, sebaiknya jika datang ke tempat konservasi jaga lingkungan dengan baik, sebab, hanya Anda yang bisa menjaga keindahan negara ini.

"Saya pernah travelling ke pelosok dan itu jarang dijamah, tapi tetap saja lautnya ada sampahnya," jelas Trinity penulis buku The Naked Traveller.

Lantas apa yang harus dilakukan? Trinity menghimbau agar traveller lebih peka dengan lingkungan khususnya jangan membuang sampah sembarangan, dan sayangilah laut Indonesia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini