Share

Yuk Kenali Suku-Suku di Sumatera Selatan (Part-1)

Melly Puspita, Jurnalis · Selasa 14 Maret 2017 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 14 406 1642096 yuk-kenali-suku-suku-di-sumatera-selatan-part-1-NhHc50SrG1.jpg Ilustrasi Suku di Sumatera Selatan (foto: Melly Puspita/Okezone)

SUMATERA Selatan dulunya terkenal dengan kerajaan besar yang disebut dengan Kerajaan Sriwijaya. Adat istiadat yang dinaungi oleh kerajaan Sriwijaya ini mempunyai banyak sekali macam ras, suku dan budayanya.

Di Sumatera Selatan sendiri diketahui ada 12 suku yang hingga kini masih bertahan keberadaannya. Berikut ke-12 suku tersebut :

1. Suku Komering

Komering merupakan salah satu suku atau wilayah di Sumatera Selatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumsel, karakter suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini pun cukup luas hingga merambat ke provinsi Lampung. Suku Komering pun terbagi atas dua kelompok besar yaitu Komering Ilir yang tinggal di sekitaran Kayu Agung lalu satunya adalah Komering Ulu yang tinggal di sekitaran Kota Baturaja.

Suku Komering ini pun terbagi atas beberapa marga di antaranya marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan terakhir marga Semendawai. Selain itu juga wilayah budaya komering ini merupakan wilayah yang paling luas di antara suku-suku lainnya yang ada di Sumatera Selatan.

Berdasarkan hikayat masyarakat Komering sendiri, Suku Komering dan Suku Batak dikisahkan masih bersaudara. Kakak beradik yang datang dari negeri seberang di mana setelah sampai di Sumatera mereka pun berpisah, sang kakak pergi ke Selatan dan sang adik ke Utara menjadi puyang Suku Batak.

Hal ini pun terlihat dari karakter masyarakat suku Komering dan suku Batak yang dikenal memiliki tempramen yang cukup tinggi dan keras.

2. Suku Palembang

Kelompok suku ini memenuhi 40-50 persen daerah di Kota Palembang, dimana dalam suku ini pun terbagi dua kelompok yaitu kelompok wong jeroo yang merupakan keturunan para bangsawan atau sedikit lebih rendah dari orang-orang istana kerajaan tempo dulu yang berpusat di Palembang. lalu selanjutnya adalah kelompok wong jabo yang merupakan rakyat biasa.

Menurut seorang ahli yang juga keturunan raja megakui bahwa suku Palembang merupakan hasil dari peleburan bangsa Arab, China, suku Jawa dan kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia. Suku Palembang sendiri memiliki dua ragam bahasa yaitu Baso Palembang Alus dan Baso Palembang Sari-Sari.

Suku Palembang biasanya menetap di dalam rumah yang didirikan di atas air atau dikenal dengan rumah rakit terapung, sedangkan model arsitektur rumah Palembang yang paling khas adalah rumah Limas yang kebanyakan didirikan berupa panggung di atas air yang berfungsi untuk melindungi banjir yang sering terjadi akibat luapan sungai Musi.

3. Suku Gumai

Suku Gumai adalah salah satu suku yang mendiami daerah di Kabupaten Lahat. Sebelum adanya kota Lahat, Gumai merupakan satu kesatuan dari teritorial Gumai yaitu marga Gumai Lembak, marga Gumai Ulu dan marga Gumai Talang.

Setelah adanya Kota Lahat, maka Gumai menjadi terpisah dimana Gumai Lembak dan Gumai Ulu menjadi bagian dari kecamatan Pulau Pinang sedangkan Gumai Talang menjadi bagian dari Kecamatan Kota Lahat.

4. Suku Semendo

Suku Semendo ini berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Konon ceritanya suku Semendo berasal dari keturunan suku Banten yang pada beberapa abad silam pergi merantau dari Jawa ke pulau Sumatera dan kemudian menetap dan beranak cucu di daerah Semendo.

Hampir 100 persen penduduk Semendo hidup dari hasil pertanian yang masih diolah secara tradisional. Lahan pertanian mereka pun cukup subur karena berada kurang lebih 900 meter dari atas permukaan laut.

Ada 2 komoditi utama di daerah ini yaitu kopi jenis Robusta dengan jumlah produksi yang mencapai 300 ton per tahunnya dan yang lainnya adalah padi dimana daerah ini termasuk salah satu lumbung padi untuk wilayah di Sumatera Selatan.

Adat istiadat serta kebudayaan daerah ini pun sangat dipengaruhi oleh nafas keislaman yang sangat kuat. Mulai dari musik rebana, lagu-lagu daerah dan tari-tarian yang sangat di pengaruhi oleh budaya melayu Islam. Bahkan bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari pun menggunakan bahasa Semendo yang setiap kata pada setiap bahasa umumnya berakhiran “e”.

5. Suku Lintang

Kawasan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan merupakan tempat tinggal suku Lintang yang diapit oleh suku Pasemah dan Rejang, suku Lintang ini pun merupakan salah satu suku Melayu yang tinggal di sepanjang tepian sungai Musi di Sumatera Selatan.

Suku Melayu Lintang hidup dari bercocok tanam yang menghasilkan kopi, beras, kemiri, karet dan sayur-sayuran. Meski tinggal di tepian sungai Musi, Namun Suku ini tidak pernah mencari nafkah di sektor perikanan, mereka bahkan lebih cenderug berternak dengan memelihara kambing, kerbau, ayam dan lain sebagainya.

Orang lintang adalah penganut agama Islam yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya masjid-masjid dan pesantren untuk melatih kaum muda nya.

6. Suku Kayuagung

Suku Kayu Agung berdomisili di Sumatera Selatan tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan Ibukota Kayu Agung yang wilayahnya dialirin oleh sungai Komering. Bahasanya sendiri terdiri dari atas dua dialek yaitu dialek Kayu Agung dan dialek Ogan.

Suku Kayu Agung mayoritas beragama Islam, tetapi mereka juga mempertahankan kepercayaan lama yaitu kepercayaan mengenai dunia roh. Suku Kayu Agung percaya bahwa roh -roh nenek moyang mereka dapat mengganggu manusia.

Oleh karena itu, sebelum mayat dikuburkan harus dimandikan dengan bunga-bunga supaya arwah sang roh yang mati ini lupa akan jalan balik ke rumahnya. Bahkan ada juga beberapa tempat keramat yang mereka anggap sebagai tempat bersemayamnya para arwah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini