Misteri Tanah Jawa yang Belum Terungkap di "Perut" Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 16 406 1644174 misteri-tanah-jawa-yang-belum-terungkap-di-perut-gunung-lawu-kSkLyLVR43.jpg Gunung Lawu (foto: Wikimedia Commons)

GUNUNG Lawu masih meninggalkan misteri hingga jaman milenium ini. Rekam jejak masa lalu masih banyak tersimpan dalam perut gunung api purba ini.

Banyak sekali ditemukan benda purbakala berupa candi kuno dengan bentuk dan corak yang sangat unik. Salah satunya adalah temuan candi yang ditemukan tertutup rerimbunan semak belukar. Sekelompok masyarakat peduli peninggalan kuno yang dimotori Joko Sunarto melakukan penyisiran di sekitar lokasi temuan candi.

Dari ketinggian 1496 dpl. Terima kasih Majapahit (1451 M) Terima Kasih Indonesia

Sebuah kiriman dibagikan oleh Daru Rusmono (@darurusmono) pada Des 28, 2016 pada 6:55 PST

Berdasarkan cerita yang diturunkan dari para pendahulunya dan melalui olah batin yang tidak semua orang bisa melakukkannya akhirnya ditemukan situs-situs kuno yang tertanam dalam perut Lawu yang memiliki nama asli Wukir Mahendra.

"Kami banyak temukan tumpukan bebatuan yang tersusun rapi membentuk trap yang sangat tinggi. Diperkirakan ada sembilan lokasi. Namun baru empat trap yang dibuka. Karena kita tidak berani lakukan penggalian karena tidak menjadi kewenangan kami," kata Joko Sunarto kepada Okezone, Kamis (16/3/2017).

Panjang bangunan yang diperkirakan situs candi ini luasnya mencapai 500 meter dan panjangnya sekitar 200 meter dengan ciri ada patirtan (tempat bersuci) di tiap trapnya.

"Dalam setiap bangunan candi pasti ada patirtan. Tempat untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah. Disamping itu sumber air juga ada di sekitar lokasi candi untuk sumber kehidupan," lanjut Joko.

Banyaknya temuan candi kuno yang belum terungkap seluruhnya banyak menimbulkan keprihatinan. Peduli akan peninggalan kejayaan masa lalu yang bisa menyibak tabir sejarah tanah jawa inilah yang mendorong Dewan Pemerhati Seni dan Budaya (DPPSBI) Jawa Tengah mendaftarkan Gunung Lawu sebagai lanscape cagar budaya di BPCB Jawa Tengah.

"Yang menjadi dasar kami daftarkan Lawu adalah bentuk dukungan kami akan kelestarian situs dan budaya yang ada di Lawu agar tidak hilang," tegas Kusumo Putro.

Selain itu dasar pendaftaran Lawu sebagai cagar budaya berdasarkan UU Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010 pasal 1ayat 5 yang berisi cagar budaya. Bahwa cagar budaya adalah lokasi yang berada di darat dan atau air yang mengandung benda cagar budaya dan bagunan cagar budaya dan atau struktur cagar budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian masa lalu.

Karena di atas kawasan Lawu banyak ditemukan benda yang akan rasal dari kebudayaan masa lalu dan belum semuanya tereksplore oleh pemerintah maka untuk menyelamatkan benda - benda purbakala yang ada di perut gunung Lawu, maka gunung Lawu daftarkan oleh DPPSBI sebagai kawasan lanscape cagar budaya.

"Yang pasti semua orang baik pribadi maupun instansi bisa mendaftarkan benda atau lokasi yang diduga sebagai cagar budaya meski tidak memiliki atau menguasainya sesuai dengan UU Cagar budaya," pungkas Kusumo Putro.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini