Mengintip Kisah Romantis Pembangunan Taj Mahal di India

Tentry Yudvi, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 16 406 1644224 mengintip-kisah-romantis-pembangunan-taj-mahal-di-india-FWAulnBkt4.jpg Taj Mahal (foto: Shutterstock)

MENJADI salah satu situs warisan dunia, membuat Taj Mahal selalu dijadikan ikon dari negara India. Tentu saja istana megah ini menjadi atraksi turis paling diminati mancanegara.

Meski begitu, kemegahan istana Taj Mahal menyimpan kisah romantis yang bikin terharu. Di mana, bangunan didirikan oleh kaisar Shah Jahan yang hidup di zaman dinasti Mughai tahun 1632, yang dibuat untuk mendiang istrinya.

Shah Jahan sendiri merupakan kaisar yang mengatur India Utara sejak abad 16 hingga pertengahan abad ke 18. Setelah ayahnya meninggal Raja King Jahangir di tahun 1627, Shah Jahan memenangkan tahta setelah melawak kakaknya sendiri. Setelah merebut mahkota, ia pun menikah dengan Mumtaz Mahal di tahun 1612.

Setelah dikaruniai banyak anak, Mumtaz pun meninggal setelah melahirkan anak ke 14 mereka. Dari situ, Shah pun memerintahkan untuk membangun Mausoleum sepanjang sungai Tamuna dari istana pribadinya di Agra. Pembangunan kontruksinya sudah dimulai dari tahun 1963 dan dilanjutkan selama dua dekade.

Dalam pembangunan, ia mempekerjakan 20 ribu pekerja di India, Persia, Eripa dan kerajaan Ottoman dengan melibatkan 1.000 gajah yang dibeli untuk membawa bahan material demi kemegahan sebuah Mausoleum. Ia pun mendapuk Ustad Ahmad Lahouri sebagai kepala arsitektur bangunan.

Tak hanya itu, bangunan juga meliputi marble inlaid, dengan semi bebatuan bumi, yang membentuk teknik pietra dura. Di kubah tengahnya tinggi menggapai 240 kaki atau sekitar 73 meter, dan dikelilingi oleh empat kubah kecil.

Lalu, bangunan megah itu dinamai dengan Taj Mahal untuk menghormati mendiang istri Mumtaz Mahal. Dan, hasilnya bangunan memiliki nilai arsitektur seni yang sangat kaya dengan campuran gaya Islam, dan Persia serta India.

Keindahan bangunan sampai saat ini masih bertahan selama ratusan tahun lamanya, bahkan turis bisa berkunjung ke sini. Begitulah sebagaimana dikutip dari History, Kamis (16/03/2017).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini