Mitos Buaya Kembaran Manusia yang Muncul di Makassar

Zulfikarnain, Jurnalis · Senin 27 Maret 2017 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 27 406 1652319 mitos-buaya-kembaran-manusia-yang-muncul-di-makassar-26cl74i6B3.jpg Ilustrasi Buaya

SEEKOR buaya sudah sebulan lamanya menarik perhatian warga Makassar. Betapa tidak, buaya itu muncul di kanal tengah pemukiman padat warga. Bahkan muncul di waktu siang hingga sore hari.

Kemunculan buaya itu tepatnya di kanal samping kantor Kecamatan Panakkukang, Jalan Kanal Batua Raya. Jalan yang tiap harinya ramai, terpaksa menjadi macet. Sebab warga menjadikan kemunculan buaya itu sebagai tontonan bersama.

(foto: Zulfikarnain/Okezone)

Saat tim Okezone ke lokasi pada pukul 15.00 Wita, puluhan bahkan hingga ratusan warga nongkrong di bibir kanal. Mereka menunggu buaya itu muncul, beberapa yang selfie, ada juga yang merekam video buaya.

"Tiap 15 menit muncul pak, jadi kita tunggu-tunggu saja ini," kata salah seorang pengunjung.

Tak lama kemudian, buaya itu benar-benar muncul ke permukaan. Panjang sekira 1,5 hingga 2 meter. Dari pinggir kanal, warga hanya bisa melihat punggung dan mata sang buaya, sesekali melihat ekor saat binatang itu mengibas-ibas air.

(foto: Zulfikarnain/Okezone)

Buaya itu muncul dan berdiam selama beberapa menit. Anehnya, salah satu pengunjung meneriaki sang buaya dengan nama manusia.

"Nurul, Nurul, Hei Nurul," kata Andrayani yang mengaku warga setempat.

Saat tim Okezone menanyakan lebih dalam, ia pun menceritakan tentang buaya itu. "Buaya itu ada kembarannya manusia, laki-laki. Dia naik ke permukaan menunggu kembarannya. Makanya tiap hari muncul," imbuh Andrayani.

Menurutnya, buaya itu tidak akan menghilang jika belum diupacarakan secara adat. Selama itu belum dilakukan, maka ia akan muncul terus.

Kepercayaan itu bukan hanya milik Andrayani, tapi kebanyakan masyarakat sekitar. Berbagai cara adat sudah dilakukan, agar buaya itu tak muncul lagi. Dari melempar pisang hingga ayam, tapi buaya itu masih saja meresahkan warga setempat.

Tim Okezone lalu mencari informasi lebih dalam ke aparat kecamatan. Ternyata mitos buaya kembaran manusia itu juga diketahui pegawai di Kecamatan Panakkukang.

"Warga di sini memang (banyak) percaya begitu, tentang buaya kembaran dari manusia. Memang susah diterima akal, tapi itulah kepercayaan masyarakat," kata Ahmad, petugas keamanan Kantor Kecamatan Panakkukang.

Ia pun menyebutkan jumlah buaya di sana. Ada yang bilang 3 ekor dan ada juga yang bilang 7 ekor. Tapi selama ini yang naik cuma 1 ekor di permukaan kanal.

Bagi dia pribadi, ia kurang begitu percaya mitos itu. Ia hanya menduga buaya itu lepasan dari penangkaran di tempat sekitar. Meski begitu, ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati. Sebab pinggiran sungai belum diberi pembatas jalan.

"Kami hanya menghimbau agar warga bisa berhati-hati. Jangan sampai terjadi yang tidak-tidak, karena buaya itu termasuk binatang buas," pungkas Ahmad.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini