Share

Pulau Sentinel Jadi Tempat Tinggal Suku Terkuno di Dunia

Tentry Yudvi, Jurnalis · Selasa 04 April 2017 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 406 1657802 pulau-sentinel-jadi-tempat-tinggal-suku-terkuno-di-dunia-BbIJDMC87L.jpg Ilustrasi Suku Sentinel (foto: Youtube/Love Bite Productions)

DI tengah era modern seperti saat ini, ternyata masih ada sebuah suku pedalaman yang menolak kehadiran manusia lainnya, bahkan tak segan untuk membunuh pendatang. Suku tersebut berada di Samudera Hindia.

Tepatnya berada di Pulau Sentinel, suku di sana bahkan sering memberikan kekerasan pada pengunjung yang mendekat. Mereka juga pernah melemparkan panah ke helikopter dan pesawat yang terbang terlalu rendah di kawasan tersebut.

Di dalam sebuah kumpulan koleksi mini yang sudah ditonton 2 juta orang di Youtube memperlihatkan jika suku tersebut bergerak sangat agresif ke kameramen yang berharap bisa berkomunikasi dengan mereka.

Sebagaimana dijelaskan oleh narator di dalam video, suku Sentinelese merupakan keturunan manusia pertama dari Afrika dan tinggal di pulau tersebut lebih dari 60 ribu tahun.

Hampir tidak mungkin mengatakan berapa banyak yang masih tersisa di sana sebab kawasan tersebut cukup besar dan menjadi bagian dari pulau Andaman di India. Namun diperkirakan ada sekitar 40 hingga 500 orang di sana.

Mereka tidak peduli apakah Anda datang dengan tujuan atau tidak. Mereka akan memperlakukan Anda dengan sama yakni dengan memanah dan membunuh Anda. Bagi mereka makanan dan baju tidak penting.

Dulu saja tahun 2004 ketika tsunami melanda, helikopter yang memberikan bala bantuan saja dipanah meskipun mereka sudah memberikan makanan ke pulau tersebut.

Kemudian di tahun 1967, pemerintah India mulai untuk berkomunikasi dengan mereka melalui seorang antropologis T.N Pandit yang memberikan mereka hadiah dan memberikan sinyal ke mereka.

Namun mereka malah berbalik badan, dan memperlihatkan gerakan tidak ingin diganggu. Dan, kedatangan juga sebagai tanda berperang. Bahkan saat kapal hendak mendekat mereka berteriak , dan kemudian menyerang.

"Ketegangan tidak mereda pada saat itu. terlihat wanita sudah menggunakan busana perang, dan duduk di pasir. Mereka seperti grup militer," jelas Pandit dikutip dailymail, Selasa (4/4/2017).

Follow Berita Okezone di Google News

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini