Candi Sukuh dan Candi Cetho, Lokasi Wisata Meditasi Unik di Lereng Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 22 April 2017 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 18 406 1670127 candi-sukuh-dan-candi-cetho-lokasi-wisata-meditasi-unik-di-lereng-gunung-lawu-ptPu5pWLJR.jpg Candi Sukuh di Lereng Gunung Lawu (foto: Bramantyo/Okezone)

KEUNIKAN Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu sangat menarik wisatawan. Bukan hanya untuk wisata budaya saja namun juga wisata spiritualnya. Terletak di ketinggian 910 meter diatas permukaan laut (mdpl) aura spiritualnya semakin kental dengan wewangian dupa dan sesaji bunga di beberapa titik candi yang sebagian menjulukinya 'the last temple from Majapahit'.

(foto: Bramantyo/Okezone)

Julukan tersebut disematkan karena berdasarkan penelitian arkeolog candi tersebut merupakan candi yang dibangun di masa akhir pemerintahan Kerajaan Majapahit.

Hijaunya pepehonan dan hembusan angin pegunungan dan munculnya kabut secara mendadak membuat suasana semakin khidmat.

Tak heran jika banyak wisatawan sering menggunakan Candi Sukuh sebagai lokasi meditasi yang banyak difavoritkan. Berlatar belakang Gunung Lawu dan di puncak candi yang berbentuk trapesium banyak digunakan untuk lokasi meditasi secara berkelompok. Namun hanya dibatasi tidak lebih dari 10 orang di lokasi puncaknya.

(foto: Bramantyo/Okezone)

Bukan hanya Candi Sukuh saja yang menjadi lokasi tujuan meditasi. Candi Cetho yang lokasinya tidak jauh dari Candi Sukuh juga banyak dijadikan lokasi meditasi. Menyatukan pikiran denan alam sekitar mampu menciptakan ketetangan diri dan menumbuhkan aura positif dalam diri seseorang.

"Selama ini Candi Cetho menjadi lokasi sembahyang bagi umat Hindu. Selain itu juga digunakan sebagai lokasi pertapaan maupun meditasi untuk mencari ketenangan diri," jelas Made salah satu umat Hindu asal Jaten, Minggu (16/4/2017).

Bahkan bukan hanya wisatawan lokal saja yang melakukan semedi di dua lokasi eksotik tersebut. Menyerap energi alam untuk tumbuhkan energi positif. Wisatawan asal China, Jepang, Jerman, Prancis, dan Belanda juga lakukan hal sama. Bahkan tak jarang mereka menginap disana.

Bahkan cerita yang berkembang di masyarakat, raja-raja Jawa tempo dulu berpandangan bahwa Gunung Lawu tempat di mana dua candi saat ini berada merupakan tempat yang memiliki energi positif yang dipercaya sebagai tempat tinggal orang suci sebagai leluhur mereka terdahulu yang sudah moksa (menghilang).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini