Share

Naik Dango, Ritual Ucap Syukur Adat Dayak

Dina Prihatini, Jurnalis · Kamis 27 April 2017 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 27 406 1677975 naik-dango-ritual-ucap-syukur-adat-dayak-f7TJh046GD.jpg Ritual Naik Dango yang Dilakukan Masyarakat Adat Dayak (foto: Dina Prihatini/Okezone)

PERHELATAN budaya setahun sekali yang diberi nama Naik Dango digelar di Dua Kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Melawi dan Kabupaten Landak.

Naik Dango adalah ritual budaya yang selalu dilakukan oleh masyarakat Adat Dayak saat mereka memanen hasil pertanian dan perkebunan.

Saat hasil panen mereka dapatkan, Naik Dango menjadi ritual ucapan syukur masyarakat adat dayak kepada Jubata Tuhan YME.

Pesta besar yang diungkapkan dalam proses Pesta Naik Dango dengan menyimpan beras di dalam lubung besar ini dimeriahkan dengan ragam ekspresi seni dari seluruh Suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat.

Pesta Naik Dango yang merupakan warisan budaya dilaksanakan di Kabupaten Landak Tahun 2017 ini merupakan pagelaran ke 32 yang dilaksanakan di Rumah Radakng 'Aya' Adat Dayak.

Ribuan pegiat budaya Adat Dayak terlihat memadati lapangan Rumah Adat Dayak untuk menuangkan rasa syukur mereka dengan menggunakan baju khas adat Dayak dengan aksesoris lengkap seperti kepala burung enggang dengan beberapa kalung tengkorak dan tak ketinggalan senjata mandau yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Suku Dayak.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis mengatakan dengan adanya perhelatan Naik Dango di setiap tahunnya maka akan menciptakan peluang sebesar-besarnya untuk mewujudkan visi dayak bersatu dan dayak sejahtera.

"Gawai ini selain mengucap syukur kepada Tuhan juga membahas mengenai negara. Jadi kita walau berbeda suku tetapi satu Indonesia," ungkapnya saat membuka Pesta Naik Dango di Rumah Radakng Adat Dayak Landak, Kamis (27/4/2017).

Gubernur Kalimantan Barat inipun mengharapkan suasana kondusif selalu dipertahankan hingga kapanpun. "Indonesia memiliki berbagai macam budaya, dan dayak juga terdiri dari seluruh macam agama yang ada di dunia. Makanya kami menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, dan masalah agama jangan pernah dipersoalkan," paparnya.

Sementara Ketua Panitia, Yohanes Meter menjelaskan masyarakat Adat Dayak dari Serawak termasuk 13 Kecamatan Kabupaten Landak, 3 Kecamatan Kubu Raya dan 7 Kecamatan Mempawah hadir memeriahkan Naik Dango dengan jumlah peserta mencapai 2.180 orang.

Pawai, arak-arakan budaya pun dilakukan dengan tari-tarian juga beberapa kegiatan lainnya dilaksanakan saat pesta Naik Dango berlangsung.

Follow Berita Okezone di Google News

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini