3 Hari di Laos ke Mana Aja? Ini Panduannya

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 01 Mei 2017 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 30 406 1679961 3-hari-di-laos-ke-mana-aja-ini-panduannya-oqyntjhzEh.jpg Ilustrasi Wisata di Laos (foto: Skyscanner)

JIKA Anda baru di Laos, Anda mungkin tidak sabar untuk mengeksplor lebih banyak tentang negara yang terkurung di antara negara-negara di Asia Tenggara tersebut.

Luangkan waktu selama 3 hari, Anda akan bisa menemukan banyak hal menarik di sana, dimulai dari Ibukotanya di Yangon. Untuk panduannya, Okezone akan memaparkan rencana perjalanannya sebagai berikut.

Hari pertama di Yangon

Jika Anda berada di Yangon lebih dini, Anda bisa mulai mengeksplorasi pusat kota kolonial Perancis. Selain wisata kota, Anda bisa berkunjung ke objek wisata spiritual, seperti Pagoda Botataung, Pagoda Chaukhtatkyi, yang memiliki patung Buddha berbaring sepanjang 70 meter.

Setelah itu, Anda bisa pergi ke pasar Bogyoke (tutup Senin), Pagoda Shwedagon yang merupakan simbol Budha Burma, stupa terbesar di dunia. Anda bisa mengagumi dekorasi tempat tersebut yang memiliki ribuan batu bernilai, di mana dijadikan tempat para peziarah berdoa sepanjang malam.

Hari kedua di Heho

Untuk sampai ke Heho, Anda perlu menggunakan pesawar dari bandara Nyaung Shwe dengan waktu penerbangan satu jam. Daerah ini memiliki Lake Inle yang berada di ketinggian 900 meter dengan panjang 22 km dan luas 11 km. Untuk menikmati danau ini, wisatawan bisa berlayar menggunakan kapal panjang.

Di daerah ini juga, Anda bisa berhenti di pabrik sutra dan melihat workshop pembuatan perahu dan rokok Burma, yang disebut Cheroot. Selama perjalanan di sana, Anda juga harus melihat taman mengapung dan nelayan yang mengayuh perahu dengan lengan.

Hari ketiga di Indein

Pagi-pagi sekali, Anda bisa melakukan perjalanan di atas perahu ke Desa Indein. Desa ini akan membawa Anda melihat arsitektur yang mungkin belum pernah Anda lihat didunia, yaitu pagoda-pagoda yang ramping dari abad ke-17.

Tamasya di sekitar Indein dan pasar pagi, Anda harus mengunjungi pabrik pandai besi dan sutera lokal di sekitar danau, di mana mereka masih menggunakan alat tenun tangan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini