Situs Batu Kendit di Pangandaran, Cikal Bakal Bentuk Lumbung Padi

Syamsul Maarif, Jurnalis · Jum'at 05 Mei 2017 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 05 406 1683971 situs-batu-kendit-di-pangandaran-cikal-bakal-bentuk-lumbung-padi-chiFmS4mXY.jpg Situs Batu Kendit, Pangandaran (foto: Syamsul Maarif/Sindonews-Okezone)

SITUS Batu Kendit yang terletak di Blok Paliken, Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran diyakini sebagai cikal bakal inspirasi bentuk leuit atau lumbung padi.

Juru kunci Desa Pasirgeulis, Budi Hartono (45), mengatakan, batu kendit merupakan tempat bertemunya Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban yang saat itu dipimpin oleh Prabu Haur Koneng, namun hingga saat ini utusan Kerajaan Galuh Pangauban tersebut tidak dikenal namanya.

"Dewi Samboja pada saat itu dalam kondisi panik, setelah Raden Anggalarang dibunuh kelompok Suraboma atau Bajo," kata Budi.

Waktu itu Dewi Samboja hendak menuju Kerajaan Galuh Pangauban untuk menemui orang tua Raden Anggalarang. Namun lantaran harus melewati Kerajaan Kawasen yang merupakan salah satu Kerajaan dibawah kekuasaan Mataram akhirnya enggan untuk lewat.

"Dewi Samboja memilih untuk bermukim di Blok Paliken dan menunggu kedatangan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban," tambahnya.

(foto: Syamsul Maarif/Sindonews-Okezone)

Saat kondisi seperti itu, Dewi Samboja selalu merasa ketakutan dan curiga kepada setiap orang yang bertemu dengannya dan selalu menyangka mata-mata dari Suraboma atau Bajo.

"Akhirnya Dewi Samboja bertemu dengan salah satu utusan Kerajaan Galuh Pangauban, saat pertama kali bertemu tidak langsung percaya," paparnya.

Untuk meyakinkan seseorang yang mengaku utusan Kerajaan Galuh Pangauban, Dewi Samboja menancapkan sebatang lidi di tanah dan menyuruh untuk mencabutnya.

"Utusan itu langsung mencabut lidi yang ditancapkan Dewi Samboja, setelah dicabut ternyata lidi itu memiliki akar berupa batu," jelasnya.

Batu yang keluar dari lidi itu oleh masyarakat dinamakan batu paliken yang lokasinya tidak jauh dari situs batu kendit kurang lebih 20 meter.

"Sejak pertemuan itu, Dewi Samboja dengan utusan dari Kerajaan Galuh Pangauban menetap hingga berbulan-bulan sambil menyusun strategi pembalasan atas kematian Raden Anggalaran oleh Suraboma atau Bajo," paparnya.

Sementara Eeng warga setempat mengatakan, saat Dewi Samboja dan utusan Kerajaan Galuh Pangauban menatap di Blok Batu Paliken, berpikir untuk memenuhi kebutuhan pangan selama bermukim.

"Utusan Kerajaan Galuh Pangauban akhirnya berpikir harus ada tempat penyimpanan padi, sehingga batu situs batu kendit itu ditiru menjadi sebuah bangunan yang dibuatnya menggunakan kayu," kata Eeng.

Bangunan yang dibuat oleh utusan Kerajaan Galuh Pangauban hingga sekarang diikuti oleh masyarakat sebagai tempat penyimpanan padi yang dinamakan leuit atau lumbung padi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Erik Krisnayudha menghimbau lokasi itu harus dilestarikan.

"Lokasi batu kendit merupakan lokasi tempat bersejarah, untuk itu perlu ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lokasi ini," singkatnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini