Tips Menyaksikan Puncak Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 05 Mei 2017 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 05 406 1684092 tips-menyaksikan-puncak-perayaan-waisak-di-candi-borobudur-hMc9DjNsQt.jpg Candi Borobudur (foto: livejournal)

CANDI Borobudur digunakan sebagai lokasi perayaan puncak Waisak di Indonesia. Jika wisatawan ingin mengikuti ritualnya dan tetap nyaman, ada tips yang bisa diikuti!

Okezone merangkum lima tips yang dapat diterapkan wisatawan ketika menghabiskan waktu libur Waisak di Candi Borobudur. Simak ulasan berikut yang ditulis Jumat (5/5/2017).

Those light 😍💞 . . #waisak2016 #borobudurtemple #waisakborobudur2016

Sebuah kiriman dibagikan oleh Putri MJ (@putriemje) pada Mei 21, 2016 pada 8:34 PDT

Ikuti semua acara ritual

"Khusus bagi wisatawan berumat Buddha, wajib mengikuti rangkaian acara perayaan Waisak dari awal sampai akhir," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko Edi Setijono kepada Okezone di Sleman, Yogyakarta, baru-baru ini.

Tujuannya agar Anda dapat melaksanaan ibadah dengan baik sesuai urutannya. Tidak cuma itu, Anda juga dapat menambah pengetahuan, selain dapat pahala.

Hormati umat yang merayakan

Di Candi Borobudur jelas tumpah ruah semua wisatawan yang merayakan Waisak maupun tidak. Jika hanya ingin menyaksikan ritual ibadah, Anda harus menghormati umat Buddha yang sedang menjalankan ibadah. Jangan mengganggu dengan membuat onar di sekitarnya atau juga berebut tempat untuk mendapatkan foto yang bagus.

Tidak membawa banyak barang bawaan

Bagi pengunjung Candi Borobudur jangan membawa banyak barang bawaan saat menghabiskan waktu di sana. Ruang geraknya sangat sempit karena penuh sesak orang. Bawalah barang yang sekiranya penting, seperti dompet, gadget dan perangkatnya, botol air, kamera, kacamata, dan jaket.

Penyalaan 5000 pelita #waisakborobudur2016

Sebuah kiriman dibagikan oleh Andrian Johan Pratama (@andrian_jp) pada Mei 22, 2016 pada 9:17 PDT

Abadikan momen terindah

"Karena Waisak merupakan hari besar agama yang datangnya sekali setahun, wajib diabadikan momennya. Ini jangan lupa, nisa menyesal soalnya," tambah Edi.

Bawa kamera yang bisa menangkap gambar paling indah. Saat mencari spot foto yang tepat, jangan berebut dengan pengunjung lain karena bisa mengganggu ritual ibadah umat Buddha.

Tidak membawa kendaraan dari penginapan

Karena padatnya lalu lintas di sekitar Candi Borobudur, lebih baik Anda tak membawa kendaraan sendiri untuk diparkir. Percuma, jalanan menuju candi akan macet dan menghabiskan waktu. Lebih baik naik kendaraan umum atau shuttle bus dari lokasi penginapan. Ini perlu diingat ya!

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini