Share

Upaya Penyelamatan Penyu ala Penangkaran India

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 23 406 1698039 upaya-penyelamatan-penyu-ala-penangkaran-india-SlRhbfO5e7.jpg Ilustrasi Pelepasan Penyu di Pantai (foto: Okezone)

AREA perkembangbiakan tunggal yang paling penting untuk penyu hijau di Samudera Hindia di sepanjang Teluk Benggala adalah Orissa.

Pada 1993, ahli biologi dari Departemen Kehutanan Orissa dan Institut Margasatwa India mengetahui ada bersarang kura-kura penyu hijau berskala besar di dekat mulut sungai Rushikulya. Kawasan ini merupakan lokasi salah satu sarang terbesar penyu hijau zaitun di India.

Penduduk desa telah mengetahui tentang arribadas penyu jenis zaitun sejak dahulu kala. Mitologi Hindu memuja kura-kura laut sebagai inkarnasi salah satu tuhannya. Dengan demikian, sebagian besar masyarakat nelayan di sepanjang pantai, tidak mengkonsumsi telur atau daging penyu. Penyu laut penyu sisir sarang di pantai ini tanpa ada ancaman nyata dari masyarakat lokal ini.

Pada tahun 1995, Wildlife Institute of India memprakarsai sebuah program penelitian tentang penyu sepanjang tempat penampungan Rushikulya. Sebagai bagian dari program ini, para pemuda dari masyarakat setempat membantu menandai kura-kura dan mengumpulkan data.

Kelompok masyarakat juga memberikan perlindungan untuk penyu saat bersarang, dan musim penetasan. Kelompok-kelompok ini membutuhkan pelatihan untuk melanjutkan program konservasi jangka panjang.

Cagar Alam di proyek Rushikulya dirancang untuk memobilisasi masyarakat setempat dan memperlancar upaya konservasi mereka dengan:

1. Survei tingkat pemahaman saat ini, dan mendidik penduduk desa setempat tentang isu konservasi penyu

2. Mendidik penduduk desa di daerah pesisir yang berdekatan dengan tempat penampungan Rushikulya

3. Menciptakan jaringan lokal, memberikan lokakarya pelatihan bagi organisasi masyarakat untuk perlindungan dan konservasi penyu

4. Meneliti prospek ekowisata berbasis masyarakat di Rushikulya

5. Mengevaluasi kemungkinan Rushikulya sebagai Cadangan Masyarakat

Dana untuk proyek ini akan membantu menyediakan manual pelatihan untuk pemantauan penyu, teknik sensus, dan manajemen pembenihan. Moneys akan membantu mendukung program pendidikan yang memanfaatkan film tentang penyu dan konservasi penyu di desa dan sekolah. Program Community Reserve juga akan membantu melatih pemandu lokal untuk perdagangan di kawasan ekowisata.

Dengan menggunakan dana yang sangat sederhana, Mr. Tripathy mencetak pamflet pendidikan, membeli poster, membeli film-film pendidikan, dan slide show yang dikembangkan. Usahanya juga menyediakan berbagai inisiatif pendidikan untuk penduduk lokal di lima desa pesisir.

Dikutip dari Wolrd Turtlr Trust, Selasa (23/5/2017) tujuan Tripathy untuk program ini adalah untuk mempromosikan kelangsungan hidup jangka panjang populasi penyu secara bersamaan, melindungi kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat pedesaan terdekat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Setelah mendirikan sebuah base camp di Purunabandha, Mr. Tripathy melatih para pemimpin masyarakat setempat untuk membantu upayanya. Bersama-sama mereka melakukan wawancara dengan setidaknya 50 individu di masing-masing lima desa.

Nelayan, penduduk pesisir dan siswa sekolah menengah memiliki kesempatan untuk berbicara tentang pengetahuan mereka tentang penyu. Mereka melaporkan pengamatan mereka terhadap perilaku bersarang, perubahan dalam tren populasi, dan pendapat mereka tentang cara terbaik untuk melindungi penyu.

Tripathy dan pembantu lokalnya melakukan survei melalui penggunaan kuesioner yang dicetak dalam bahasa daerah Telugu. Dia meminta bank lokal dan lembaga pendidikan lingkungan untuk menyumbangkan materi pelajaran, poster dan pamflet untuk kampanye penyu laut yang luas. Kampanye ini menjangkau wisatawan yang mengunjungi tempat penampungan Rushikulya selama musim bersarang.

Sasaran untuk kuartal berikutnya termasuk membangun lokakarya, kampanye publisitas untuk Cadangan Masyarakat, melatih penduduk desa setempat untuk membantu mengelola turis eko di pantai dan di laut. World Turtle Trust menantikan laporan kuartalan berikutnya dengan antusias.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini