Rinjani Bakal Dihinggapi Kereta Gantung, Pecinta Alam: Gunung Didaki, Bukan Dinaiki!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 07 406 1730961 rinjani-bakal-dihinggapi-kereta-gantung-pecinta-alam-gunung-didaki-bukan-dinaiki-MxNyEcek3y.JPG Gunung Rinjani (foto: Instagram/@rinjanitrekker)

GUNUNG Rinjani menjadi ikon kebanggaan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl tersebut jadi salah satu tujuan pendakian yang cukup diminati para pendaki lokal maupun mancanegara.

Tidak ada kata yang bisa menjelaskan betapa mahakarya Tuhan itu sungguh menawan hati. Segara Anak yang menakjubkan, kawah Gunung Batujari yang menebar keindahan tiada tara hingga terukir gambarnya di mata uang pecahan Rp10.000 keluaran tahun 1998, setidaknya juga tidak akan cukup menjelaskan betapa fantastisnya pemandangan Gunung Rinjani di mata pecinta alam dan traveller.

Namun, sayangnya, kabar pembuatan kereta gantung yang direncanakan Bupati HM Suhaili FT banyak menuai pro dan kontra di kalangan pecinta alam serta traveller. Kereta gantung rencananya akan dibuat dari kebun kopi di Desa Lantan, menuju ke Gunung Rinjani.

Menggandeng investor asal Tiongkok, pemerintah daerah setempat juga akan membangun fasilitas, sarana dan prasarana perhotelan, vila, restoran, pusat kesehatan, pusat perbelanjaan dan pusat olah raga di atas lahan seluas 175 hektare itu.

Menurut bupati, pembangunan ini diharapkan mampu membawa banyak manfaat dan menyejahterakan masyarakat Lombok Tengah serta dapat memudahkan wisatawan untuk mengunjungi Gunung Rinjani yang tidak memiliki kemampuan mendaki gunung.

Tidak sejalan dengan bupati, netizen yang sebagian besar merupakan pecinta alam dan traveller menyayangkan kabar tersebut. Dalam sebuah akun instagram yang bernama @rinjanitrekker, pada kolom komentar terdapat beragam pendapat netizen.

Salah satunya ada yang menolak pembangunan, ada pula yang berpendapat kalau alam bisa tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam, sedangkan ada juga yang berpendapat gunung sebaiknya didaki bukan dinaiki dengan kereta gantung, di mana serunya?

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini