Kontroversi Kereta Gantung, Gubernur NTB dan WWF Dukung Rinjani Tak Disentuh

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 12 406 1734426 kontroversi-kereta-gantung-gubernur-ntb-dan-wwf-dukung-rinjani-tak-disentuh-ROBwIAwR2F.jpg Gunung Rinjani (foto: Instagram/@rinjanitrekker)

DI dunia maya, khususnya Instagram, tengah riuh pro kontra rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani. Netizen yang sebagian sebagian besar pendaki gunung dan pecinta alam asal Indonesia sangat menyayangkan rencana tersebut.

Menurut mereka, gunung seharusnya tidak perlu disentuh pembangunan yang berlebihan karena akan menghilangkan esensi dari mendaki gunung. Di sisi lain, alam akan terancam rusak karena pembangunan kereta gantung.

Tanggapan nyaris serupa juga diberikan oleh Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan di kawasan hutan tidak diizinkan jika melanggar peraturan yang telah tertulis diundang-undang, terlebih hutan tersebut merupakan jenis hutan lindung.

(Baca juga: Rinjani Bakal Dihinggapi Kereta Gantung, Pecinta Alam: Gunung Didaki, Bukan Dinaiki!)

Selain itu, jika tujuannya untuk meningkatkan potensi wisata, masih banyak cara yang bisa ditempuh, tanpa harus bertolak belakang dengan undang-undang.

Tidah hanya orang nomor satu se-NTB yang angkat bicara, Leader WWF Indonesia CT Program, Ridha Hakim, juga angkat suara. Ia berpendapat, jangan ada bangunan yang didirikan di zona utama Taman Nasional Gunung Rinjani, walaupun hanya tiang. Adapun zona utama itu dimulai dari danau, kaldera dan puncak.

Hal tersebut ternyata sudah diatur dalam Peraturan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam nomor P.02/IV-SET/2012, tentang pembangunan sarana pariwisata alam di taman nasional. Selain di zona utama, zona-zona lainnya pun memiliki aturan tersendiri yang mesti ditaati.

Pasalnya, pembangunan bangunan pasti akan memberikan dampak bagi lingkungan alam, kontur tanah, sumber mata air, dan polusi yang disebabkan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini