Diguncang Gempa, Desa Cantik di Puncak Bukit Berubah Jadi Tempat yang Mengejutkan!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 12 Juli 2017 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 12 406 1734504 diguncang-gempa-desa-cantik-di-puncak-bukit-berubah-jadi-tempat-yang-mengejutkan-5twL9cqOiH.JPG Piano Grande, Italia (foto: Instagram/@neilpl70)

KEINDAHAN Italia tidak perlu diragukan lagi. Telah banyak saksi mata yang telah melihat langsung pesona negara yang berbentuk unik ini.

Namun, di dalamnya ada sebuah desa cantik telah berubah jadi tempat yang mengejutkan bahkan dapat membuat wisatawan enggan untuk berkunjung. Meski telah terjadi setahun lalu, tapi dampak gempa pada desa seakan menunjukkan gempa baru saja terjadi.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ediba (@edifralo) pada Mar 30, 2017 pada 11:06 PDT

Sebuah desa di puncak bukit yang indah dan berada di tengah-tengah salah satu dataran paling terkenal di Italia, Piano Grande, kini telah berubah. Dari jalan di bawah kota Anda bisa melihat banyak bangunannya hancur.

Hampir setahun setelah gempa bumi mengguncang dan menghancurkan kawasan ini, wisatawan baru diizinkan lagi masuk ke zona pelangi dekat Castellucio, dan bukan kota hantu itu.

Daerah yang diguncang gempa dan mendapat dampak dari gempa ditandai. Salah satunya ada zona merah yang menandai daerah masih dianggap terlalu bahaya untuk dikunjungi.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Barbro (@sognobarbro) pada Jun 17, 2017 pada 3:22 PDT

Namun, di balik kelamnya masa lalu kota hantu, ada sebuah zona pengecualian, yaitu pertunjukkan spektakuler dari bunga-bunga liar di padang rumput Piano Grande, La Fioritura.

Padang rumput berwarna merah, pohon Poppy dan bunga jagung seakan mengobati ketakutan wisatawan akan desa hantu. Biasanya akan ada 10 ribu orang wisatawan setiap harinya untuk memotret kemegahan Fioritura.

Gempa yang terjadi pada Agustus dan Oktober 2016 itu benar-benar ditunjukkan bekasnya pada desa-desa yang juga dilewati sepanjang jalur menuju, dataran besar yang dikelilingi pegunungan, Piano Grande, dikutip dari BBC, Rabu (12/7/2017).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini