Mau Tahu Kenapa Dilarang Pakai Busana Hijau di Pantai Selatan? Ini Dia Alasannya

Tentry Yudvi, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 13 406 1735670 mau-tahu-kenapa-dilarang-pakai-busana-hijau-di-pantai-selatan-ini-dia-alasannya-kCvJ9CVfgT.JPG Pantai Parangtritis (foto: Instagram/@vincenstius_nono)

LARANGAN menggunakan busana hijau ketika berada di sepanjang Pantai Selatan di Pulau Jawa sudah menjadi rahasia umum. Terlebih, aturan ini terkait dengan keberadaan ratu gaib Nyi Roro Kidul.

Jadi masyarakat sekitar terlebih bagi yang tinggal di kawasan Pelabuhan Ratu, Parangtritis, dan Parangkusumo meyakini jika warna hijau merupakan warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Dan, jika Anda menggunakan busana itu akan mendapat malapetaka. Percaya tidak percaya sih!

Konon, bagi setiap pengunjung yang menggunakan busana hijau akan cepat meninggal karena tergulung ombak. Sebagian ada yang meyakini, orang meninggal tersebut sebenarnya menjadi prajurit baru bagi Nyi Roro Kidul.

Kisah ini pun diwariskan turun temurun hingga saat ini. Namun, di balik misteri menyeramkan itu ada versi lainnya yang mengungkapkan asal usul larangan berbusana hijau di Pantai Selatan. Jadi, kisahnya dulu ada makhluk gaib yang menguasai udara di Pantai Selatan.

Dewi tersebut ada ketika Panembahan Senopati bernama Raden Danang Sutawijaya yang menjadi pendiri kerajaan Mataram sedang mencari kekuatan gaib untuk bisa mengalahkan Kerajaan Pajang yang saat itu dipimpin oleh Joko Tingkir.

Ia pun melakukan pertapaan untuk mencari petunjuk agar bisa memenangkan perperangan untuk memperluas kerajaan Mataram. Pertapaan pun dilakukan di Pantai Selatan dan ia kemudian dihampiri oleh Nyi Roro Kidul.

Keduanya pun melakukan perjanjian gaib. Konon nyai meminta Raden untuk menikahinya agar kekuatannya abadi dan dapat memperluas daerah kekuasaan. Sejak saat itu, dikarenakan Nyi Roro Kidul selalu menggunakan busana hijau ketika bertemu, Raden pun melarang rakyatnya untuk tidak menggunakan baju hijau di sepanjang Pantai Selatan. Legenda itu pun dipegang teguh oleh masyarakat hingga kini.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini