Share

Gunung Es Runtuh, Ini Sederet Alasan yang Mesti Traveler Tahu!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 18 406 1738724 gunung-es-runtuh-ini-sederet-alasan-yang-mesti-traveler-tahu-Lf1UpAUxCT.jpg Antartika Barat (Foto: CNN)

RUNTUHNYA gunung es seberat lebih dari satu triliun ton pada pekan lalu membuat masyarakat dunia terkejut. Sebab, peristiwa alam yang spektakuler ini baru sekali terjadi dengan ukuran yang sangat fantastis.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa gunung es dengan ukuran yang tidak biasa tersebut bisa runtuh dan memisahkan diri dari kawasan Larsen C.

Namun, segala pertanyaan itu telah dijawab oleh John D. Sutter yang merupakan seorang kolumnis CNN yang memfokuskan diri pada perubahan iklim dan keadilan sosial. Ia telah berbicara dengan para ilmuwan tentang gunung es yang runtuh di Antartika dan apa penyebabnya. Berikut 5 alasan runtuhnya gunung es tersebut dilansir dari CNN, Selasa (18/7/2017).

1. Runtuhnya gunung es bukan merupakan efek dari perubahan iklim. Tapi ada beberapa perselisihan pendapat tentang apakah ada cukup bukti untuk mengatakan jatuhnya lapisan es ini merupakan dampak dari pemanasan global. Dalam sebuah pernyataan tidak diketahui secara pasti adanya hubungan manusialah yang menyebabkan perubahan iklim.

"Ilmuwan melihat melalui mikroskop, ada fakta lautan di sekitar Antartika memanas, menyebabkan menipisnya es," ujar Kevin Trenberth, Ilmuwan senior di Pusat Penelitian Atmosfer Nasional AS.

2. Masalah runtuhnya gunung es adalah hal yang rumit. Perbedaan pendapat dari sebagian ilmuwan didasari oleh kurangnya data. Dibandingkan dengan bagian lainnya di dunia, Antartika terasa lebih dingin, terpencil dan sulit dipelajari. Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak memiliki data yang lengkap yang diperlukan untuk membuktikan pemanasan global merupakan perbuatan manusia dan mempengaruhi menipisnya lapisan es. Tapi, mereka juga tidak menyangkal kontribusi pemanasan global juga turut andil.

3. Perubahan iklim tentu dapat membentuk kembali Antartika. Hal-hal yang menyulitkan lainnya ialah perubahan iklim dapat membentuk kembali benua yang berada paling selatan di bumi tersebut dengan berbagai caranya.

"Suhu udara telah meningkat di Antartika tepatnya pada lokasi tempat Larsen C berada," ucap David Vaughan, Direktur Ilmuwan di British Antartics Survey.

Voughan menambahkan, ia tidak 100% yakin gunung es runtuh karena dampak dari perubahan iklim. Tapi suhu naik dan mencair adalah keseluruhan dari rangkaian proses yang berurutan menyebabkan es mencair dan permukaan laut naik.

4. Jenis es dari peristiwa runtuhnya gunung es bukanlah gletser atau lapisan es yang ditemukan di darat. Runtuhan es yang terapung dan terpisah dari Larsen C tidak menaikkan permukaan air laut secara global saat bergabung ke laut dan meleleh. Hal serupa dikatakan oleh Trenberth, Ilmuwan Iklim dari National Center for Atmospheric.

"Es yang mengapung dalam peristiwa runtuhnya gunung es dari kawasan Larsen C tidak akan mengubah permukaan laut global secara langsung. Tapi, akibatnya mungkin akan meningkatkan permukaan laut secara substansial dalam jangka panjang," ujar Trenberth.

Para traveller perlu tahu, sejak 1992 permukaan laut telah naik sekira 8 cm, sebagian besar dipengaruhi oleh pemanasan global, dan naik 3,4 milimeter per tahun.

5. Mencairnya es di Antartika bisa menjelma bagai bom waktu bagi dunia walau angka peningkatan permukaan laut terbilang kecil per tahunnya. Namun, ada beberapa kota-kota pesisir yang terancam bila permukaan laut naik, seperti New York, Miami, Shanghai dan kota pesisir lainnya. Kita harus mempertimbangkan generasi masa depan, dunia seperti apa yang kita wariskan pada mereka.

"Tindakan yang kita ambil sekarang benar-benar memiliki konsekuensi 50 tahun dari sekarang, 100 tahun dari sekarang dan 200 tahun dari sekarang," tambah Trenberth.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini