Uniknya Ritual Adat Buang Jung, Upacara Istirahatkan Laut di Bangka Selatan

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 406 1745458 uniknya-ritual-adat-buang-jung-upacara-istirahatkan-laut-di-bangka-selatan-hWJjSQf9ZK.jpg Tradisi Buang Jung di Bangka (Foto: Blogger/Christian)

UPACARA adat dengan melarung hasil bumi ke laut sebagai ucapan syukur dapat ditemui di berbagai daerah. Namun upacara yang melarung perahu untuk mengistirahatkan laut mungkin hanya bisa Anda saksikan di Bangka Belitung.

Salah satu suku yang terkenal melakukan ritual ini setiap tahun di Bangka adalah Suku Sawang yang tinggal di Desa Kumbung, Kecamatan Lempar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan. Ritual adat ini oleh warga setempat disebut sebagai Ritual Buang Jung.

Jung memiliki arti perahu kecil. Sehingga Ritual Adat Buang Jung berarti ritual yang dilakukan dengan membuang perahu kecil ke laut. Biasanya, yang dilarung ke laut adalah miniatur perahu yang berisi sesaji seperti ayam berbulu hitam.

Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer mengatakan bahwa, ritual ini menunjukkan kearifan lokal di daerah tersebut. Upacara ini dilakukan di desa yang sudah terkenal, yakni Desa Kumbung.

 Baca juga: UNCOVER INDONESIA: Satu Lagi Surga Tersembunyi di Lombok Bernama Pantai Semeti

“Ada suku laut yang mendiami Pulau Lepar. Mereka tidur di perahu. Nanti di jung itu ada ayam hitam dan dilepas di tengah laut. Akan terbawa arus dan akan dipantau di mana jung itu nyangkut,” jelas Justiar Noer saat ditemui di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu 26 Juli 2017.

 Baca Juga: Ratusan Karya Unik Dipamerkan di Jakarta, Rugi jika Tak Datang

Ritual adat tersebut dilakukan sebagai upaya mengistirahatkan laut. Artinya tidak boleh ada kegiatan yang dilakukan di laut selama seminggu sejak dilakukan pelarungan jung. Biasanya ritual adat ini dilakukan sekria Juni sampai Agustus setiap tahunnya. Namun waktu penentuannya dipilih berdasarkan musyawarah secara adat.

“Selama seminggu tidak boleh bermain di laut, seminggu setelah acara. Istirahatkan laut satu minggu dalam setahun,” lanjut Justiar.

Dalam satu minggu itu, para nelayan tidak menangkap ikan, tidak mencari karang, dan hal lainnya yang membunuh biota laut, termasuk memancing. Dalam seminggu itu pula, wisatawan dilarang melakukan snorkeling maupun menyelam.

“Kalau zaman itu ada ikan bertelur dan kepiting bertelur. Ikan banyak di sana. Jadi stop (kegiatan) dulu,” ujarnya.

Ritual Adat Buang Jung tahun ini bisa Anda saksikan di hari terakhir Toboali City on Fire pada 30 Juli 2017.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini