Share

Dibalik Keindahan Tanjung Menangis, Ada Kisah Putri yang Menangisi Pemuda Pujaannya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 406 1748218 dibalik-keindahan-tanjung-menangis-ada-kisah-putri-yang-menangisi-pemuda-pujaannya-EWp6gwq4aS.jpg Tanjung Menangis (Foto: Instagram/FurqonSyahbani)

DI laut Sumbawa, Nusa Tenggara Barat terdapat sebuah tanjung bernama Tanjung Menangis. Tanjung ini memiliki pemandangan khas dengan batu karang menjulang di tepi laut yang perairannya pirus.

Tanjung Menangis berhadapan dengan Pulau Moyo dan memiliki pemandangan yang begitu memikat. Keindahan bawah lautnya pun menggoda siapa saja yang melihat untuk menceburkan diri dan menikmatinya saat itu.

(Baca Juga: UNCOVER INDONESIA: Keeksotisan Air Terjun Masanak Masaris & Kemisteriusan Pahatan Wajah Manusia di Lahat)

 

(Foto: Instagram/Laluandikadwisyahputra)

Namun di balik keindahannya, Tanjung Menangis menyembunyikan kisah sedih tentang kasih tak sampai. Awalnya, kisah ini dimulai seorang putri dari Datu Samawa yang terjangkit penyakit aneh.

(Baca Juga: SHARE LOC: Alam Lahat Kembali Menggoda dengan Jembatan Asmara di Taman Ribang Kemambang)

 

Penyakit tersebut tak bisa disembuhkan meski berbagai cara sudah dicoba. Tabib dari berbagai tempat pun sudah didatangkan. Namun penyakit sang putri tetap tak kunjung sembuh.

 

(Foto: Instagram/Furqon Syahbani

Bertahun-tahun telah berlalu, Datu Samawa pun membuat sayembara untuk siapa saja yang bisa menyembuhkan putrinya. Jika dia perempuan, akan dijadikan sebagai anak angkat. Namun jika dia laki-laki, maka akan dinikahkan dengan sang putri.

(Baca Juga: Inilah Jawaban dari Kemisteriusan Air Terjun Darah di Antartika)

Tersebar dari mulut ke mulut, sayembara ini pun sampai ke telinga seorang tabib dari Pulau Sulawesi. Dia disebut sebagai Daeng Ujung Pandang.

Daeng Ujung Pandang pun datang dan bermaksud menyembuhkan sang putri. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki Daeng Ujung Pandang, ia pun bisa menyembuhkan sang putri.

Ketika tiba waktunya, Daeng Ujung Pandang pun menagih janji sang Datu Samawa untuk menikahkan dia dengan putrinya. Namun, Datu Samawa mengingkari janjinya karena melihat fisik Daeng Ujung Pandang yang sudah renta. Datu Samawa tak rela putrinya menikah dengan pria tua.

Akhirnya Datu Samawa pun mengubah hadiah sayembara dengan mempersilakan Daeng Ujung Pandang menyebut sejumlah uang yang diminta. Namun Daeng merasa terhina dengan hadiah tersebut.

Ia pun segera mengambil sampan yang digunakannya untuk pulang ke Sulawesi. Sang putri merasa sudah terpikat dengan Daeng Ujung Pandang dan iba ketika ia secara tidak langsung ditolak oleh ayahnya.

Sang putri mengejar Daeng Ujung Pandang yang bergegas naik ke sampan. Namun ketika Daeng berdiri di sampan miliknya, ia berubah menjadi pemuda yang tampan.

Putri Datu Samawa pun menyesal atas keputusan ayahnya. Kemudian ia menangisi Daeng Ujung Pandang yang terus mendayung sampannya. Karena tak kuasa menahan penyesalan, sang putri pun tanpa sadar berjalan ke tengah laut sambil menangisi Daeng. Namun ia tenggelam dan meninggal di tengah laut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini